Konsep Rumah Panggung di Microlibrary Semarang, Tetap Terang dan Sejuk meski Tanpa Lampu dan AC

Meski tanpa penerang dan pendingin Microlibrary Semarang tetap menawarkan suasana yang nyaman untuk membaca buku karena menerapkan konsep rumah panggung terbuka yang teduh dan bertabur cahaya matahari. 

Konsep Rumah Panggung di Microlibrary Semarang, Tetap Terang dan Sejuk meski Tanpa Lampu dan AC
Microlibrary berada di dekat Taman Kasmaran dan Kampung Pelangi. (Inibaru.id/ Audrian F)
{"time":1600572161370,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id - Kalau\nsaat berada di pusat Kota Semarang pada siang hari, saya kadang kesulitan untuk\nmenemukan tempat yang teduh dan nyaman untuk melepas lelah sejenak. Namun, belakangan saya menemukan\ntempat yang cocok, yakni di Microlibrary yang berlokasi sekitar sepelemparan baru dari Kampung Pelangi\natau Taman Kasmaran."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Microlibrary sebetulnya direncanakan hadir pada awal tahun\nini. Sebab, saat pembangunan, saya sempat berkunjung. Namun mungkin karena adanya\npandemi, tempat itu baru dibuka dalam sebulan terakhir."}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/hits/siap-80-persen-microlibrary-warak-kayu-bakal-jadi-ruang-baca-dan-bermain-yang-unik-di-kota-semarang","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/hits/siap-80-persen-microlibrary-warak-kayu-bakal-jadi-ruang-baca-dan-bermain-yang-unik-di-kota-semarang","type":"article","title":"Siap 80 Persen, Microlibrary Warak Kayu Bakal Jadi Ruang Baca dan Bermain yang Unik di Kota Semarang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Di Kota Semarang bakal ada bangunan unik yang digunakan untuk ruang baca dan bermain. Diberi nama Microlibrary Warak Kayu, bangunan ini berdiri di dekat Taman Kasmaran dan Tepian Kopi. ","image":"https://www.inibaru.id/media/396/large/normal/6c2c31eb-d980-43e4-a3f2-20f31ee20109__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/396/large/normal/6c2c31eb-d980-43e4-a3f2-20f31ee20109__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Awalnya saya kira Microlibrary sekadar tempat terbuka. Tapi, ternyata ada pengelola yang menjaganya sekaligus sebagai petugas\nperpustakaan. "}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saat berkunjung pada Sabtu\n(12/9/2020), saya dites suhu terlebih dahulu, lalu diarahkan untuk menyimpan tas."}},"12":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9433/large/normal/1bdf8794-7684-4f9f-972e-b00d230b2359__large.jpg"},"caption":"Nur Azizah sedang membacakan dongeng buat anaknya. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saya bertemu dengan Nur Azizah. Ibu dua anak ini bukanlah\nwarga Semarang, tapi dari Kudus. Kebetulan dia sedang berlibur\nke Semarang dan menyempatkan diri untuk mampir. Saya mendengar dia sedang\nmendongengi untuk dua anaknya."}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Ini lo, Dek, lihat gambarnya. Kura-kuranya menolong\nharimau,” ucapnya, yang mengaku selalu berupaya menjadikan membaca sebagai budaya di keluarganya."}},"15":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/i-komang-putra-dedikasi-dan-kisah-heroiknya-di-psis-semarang","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/i-komang-putra-dedikasi-dan-kisah-heroiknya-di-psis-semarang","type":"article","title":"I Komang Putra, Dedikasi dan Kisah Heroiknya di PSIS Semarang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"PSIS punya penjaga gawang yang sudah menjadi ikon dan punya sejarah penting, yaitu I Komang Putra. Lelaki kelahiran Denpasar, Bali, tersebut punya sebuah kisah heroik, yakni ketika cabut dari pernikahannya hanya untuk membela PSIS Semarang. Kini, dia masih di PSIS, tapi sebagai pelatih kiper.","image":"https://www.inibaru.id/media/9322/large/normal/4705ec93-3942-4ddf-a68d-103d7b8dba64__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/9322/large/normal/4705ec93-3942-4ddf-a68d-103d7b8dba64__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dia dan keluarga memang tampak begitu girang di Microlibrary. Menurutnya, selain menyediakan banyak koleksi buku, tempatnya  juga\nnyaman."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Tempat yang enak, sayang bukan di dekat rumah saya,” celetuknya, lalu terkekeh."}},"18":{"type":"header","data":{"text":"Koleksi yang Lumayan","level":2}},"19":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9434/large/normal/f3a474aa-6ea3-4525-a972-37fbbef526c7__large.jpg"},"caption":"Seorang anak dan buku Isabel Allende. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menyempatkan diri menilik pelbagai koleksi buku di sana, saya cukup keranjingan dibuatnya. Koleksinya lumayan dan cukup referensial. Kondisi bukunya juga masih tampak baru.
"}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Beberapa karya penulis asing tampak berderet di sana. Pun demikian dengan buku-buku yang selama ini \"disorot\", di antaranya yang ditulis Wiji Thukul dan Pramoedya Ananta\nToer. Ehm, tapi, secara keseluruhan, menurut saya, masih kurang banyak! Ha-ha. Ini terlihat\ndari sejumlah sudur di rak buku yang masih kosong."}},"22":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/foto-esai/para-disabilitas-di-batik-anindya-menjahit-tanpa-suara-bercanda-dalam-isyarat","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/foto-esai/para-disabilitas-di-batik-anindya-menjahit-tanpa-suara-bercanda-dalam-isyarat","type":"article","title":"Para Disabilitas di Batik Anindya: Menjahit Tanpa Suara, Bercanda Dalam Isyarat","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Sempat dirumahkan, para penderita disabilitas ini kembali dipekerjakan sebagai penjahit setelah Batik Anindya mendapat pesanan ratusan masker. Kendati nggak berbicara secara verbal, mereka tetap bisa bercanda dalam isyarat.","image":"https://www.inibaru.id/media/9294/large/normal/0b228319-e27f-4084-96e6-2eda3730e0ac__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/9294/large/normal/0b228319-e27f-4084-96e6-2eda3730e0ac__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menurut Hadassah Gloria Purnama dari Harvey Center sebagai\npengelola Microlibrary, ada beberapa fasilitas di tempat tersebut, salah satunya seating tribune yang\nbisa dipakai untuk duduk, aktivitas workshop, atau berkumpul. Ada ayunan\nkayu untuk anak-anak, serta di dalam perpustakaan, ada jaring atau net yang dapat digunakan untuk membaca."}},"24":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Pokoknya ramah lingkungan dan\nfungsional,” ujarnya."}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dia juga menambahkan kalau\nMicrolibrary bisa menampung 20 orang di lantai atas. Namun, selama pandemi\ndibatasi hanya 10 orang."}},"26":{"type":"header","data":{"text":"Bebas Nongkrong Bareng Teman-Teman","level":2}},"27":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9436/large/normal/5f35dd8a-df2c-44b0-87d6-ee98dc617a4f__large.jpg"},"caption":"Ada ayunan bersama yang bisa dinaiki bersama teman-teman. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"28":{"type":"paragraph","data":{"text":"Untuk Kota Semarang yang panas, Microlibrary adalah tempat yang lumayan nyaman untuk ngadem. Nggak hanya membaca buku, kamu juga bisa mengerjakan tugas, diskusi, atau sekadar kumpul bareng teman-teman. Hal ini seperti dilakukan Anisa Nur\nSafitiri."}},"29":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sekilas melihat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu, saya bisa memastikan dia sedang mengerjakan tugas. Bersama temannya, sesekali dia mencari referensi atau sekadar melihat-lihat buku di rak."}},"30":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Iya, semula cari tempat baru buat\nnugas. Eh, enak juga. Buku-bukunya asyik dan ada wifinya. Jadi saya\nmerasa nyaman,” tuturnya, mengonfirmasi tebakan saya."}},"31":{"type":"paragraph","data":{"text":"Anisa, begitu dia biasa disapa, mengaku mengetahui\nMicrolibrary dari temannya. Setelah mengetahui tempat ini, dia pun berjanji di kemudian hari dia mengaku bakal lebih\nsering berkunjung ke tempat tersebut."}},"32":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9437/large/normal/7ba01501-83fa-4f6a-a8c9-a3fcfe434d95__large.jpg"},"caption":"Tanpoa penenrangan dan AC, Microlibrary sudah terang dan adem. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"33":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sama\nseperti Anisah, saya juga betah berjam-jam di tempat ini. Fasilitasnya oke, lengkap dengan sirkulasi\nudara dan pencahayaan yang baik. Jadi, meski tanpa pendingin ruangan dan lampu, Microlibrary tetap sejuk dan terang."}},"34":{"type":"paragraph","data":{"text":"Apa yang saya rasakan memang sesuai\ndengan yang dikatakan oleh Daliana Suryawinata, direktur dari perusahaan\nyang menginisiasi konsep Microlibrary ini, yaitu Suryawinata Haizelman\nArchitecture Urbanism (SHAU)."}},"35":{"type":"paragraph","data":{"text":"Daliana mengatakan, Microlibrary mengadopsi konsep rumah panggung tradisional Indonesia yang terbuka. Untuk inspirasinya, dia mengambil bentuk Warak Ngendog, simbol Kota Lunpia."}},"36":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Konsep rumah\npanggung mengatur alur\nventilasi udara, pencahayaan, dan konsep multifungsi suatu ruangan,\" terangnya. \"Ada ruang pada bagian bawah untuk berbagai kegiatan yang bisa dilakukan warga.”"}},"37":{"type":"paragraph","data":{"text":"Seperti saya yang jatuh cinta pada Microlibrary, agaknya kamu juga bakal menjadikan tempat cozy ini sebagai daftar kunjung favorit kalau ke Semarang, Millens! (Audrian F/E03)"}}},"version":"2.15.1"}