Photogenic, Pasar Klitikan Jadi Spot Berfoto Kaum Milenial

Lawas dan terbatas. Barangkali itu yang bikin benda-benda antik makin menarik. Bagi milenial, ketemu benda seperti ini nggak boleh dilewatkan. Ada semacam ritual untuk mengabadikannya melalui kamera. Di sini, di Pasar Klitikan, tentu menjadi tempat paling asyik untuk berburu benda antik untuk dimiliki atau paling nggak mencari angle ciamik untuk update postingan media sosial.

Photogenic, Pasar Klitikan Jadi Spot Berfoto Kaum Milenial
Selain keunikannya, pasar barang antik banyak dikunjungi milenial karena photogenic. (Inibaru.id/Bayu N)
{"time":1626701236721,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id - Suasana Pasar Klitikan di Kota\nLama Semarang sore itu lengang. Beberapa pedagang duduk dengan raut wajah bosan, sementara beberapa lainnya tampak menyibukkan diri dengan bermain ponsel. Pandemi memang membuat pasar yang berada di gedung Galeri\nIndustri Kreatif (GIK) Kota Lama ini menjadi lebih sepi pengunjung."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Mereka cuma datang melihat-lihat pelbagai barang antik yang dipajang di tiap lapak. Sayangnya, nggak banyak yang membeli. Kebanyakan dari pengunjung itu hanya mengambil foto barang-barang antik."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Sekarang\nyang datang malah lebih sering buat foto-foto. Ya namanya zaman media sosial.\nHal-hal unik apalagi vintage gini\njadi suka dijadiin objek buat difoto,” kata Gondrong, salah seorang pedagang\nbarang antik."}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Oya, Pasar Klitikan ini diisi oleh komunitas Antikan Semarang Kawasan Kota Lama atau\nyang biasa dikenal sebagai Asem Kawak. Di Asem Kawak, sekitar 30 pedagang\ntergabung dan menjual berbagai macam barang antik."}},"11":{"type":"ads"},"12":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/15858/large/normal/17618819-2dac-4d0e-be9a-80c8843156d5__large.jpg"},"caption":"Berbagai foto lawas juga dijual di Asem Kawak. (Inibaru.id/Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kendati\nbertambah sepi, Gondrong mengaku kalau beberapa tahun belakangan, barang antik\nsebenarnya masih banyak diminati masyarakat. Dia menambahkan kalau menyusutnya\npengunjung semata-mata karena pandemi. "}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":" Dia\njuga bercerita bahwa sejak tahun 80-an, kegiatan berburu barang antik sudah\nbanyak dilakukan. "}},"15":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/15860/large/normal/e88b9f49-99a7-485b-89ee-c43ee03aea60__large.jpg"},"caption":"Jenis barang antik yang banyak digemari pelanggan pria yang sudah \"berumur\". (Inibaru.id/Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":" “Mulai\ntahun 2000-an makin banyak yang nyari (barang antik),” ungkapnya."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Bahkan,\nsetelah bertahun-tahun menjual barang antik, Gondrong mengaku bisa mengetahui\nbarang apa yang sedang dicari seseorang. Misalnya pelanggan perempuan biasanya\nlebih tertarik dengan barang-barang keramik, sedangkan pelanggan lelaki biasanya\ntergantung usianya. "}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Kalau yang\ncowok biasanya lebih abstrak. Yang sudah tua biasanya suka barang-barang yang\ndianggap keramat seperti patung, pedang, dan barang-barang yang dari kayu.\nKalau yang muda biasanya foto-foto lawas,” ungkap lelaki berbadan kurus itu."}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah,\nselain untuk berfoto, ternyata kaum milenial pun juga banyak yang tertarik sama\nbarang antik, lo. Saat saya berkunjung ke sana, beberapa\nremaja tengah asyik melihat-lihat di lapak Gondrong."}},"20":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/15861/large/normal/a9608936-866f-44fd-a391-aad236dd53a4__large.jpg"},"caption":"Beberapa remaja yang berkunjung untuk berburu barang antik. (Inibaru.id/Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Doni,\nsalah seorang remaja itu mengaku tertarik dengan barang antik karena jarang\nditemui dan unik. Kala itu, dirinya berkunjung\nuntuk mencari kaset pita. Dia mengaku senang saat menemukan kaset pita lawas\nyang selama ini diincarnya."}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Sudah\nnyari ke berbagai toko tapi nggak ada. Nah, benar saja, di toko barang antik\ngini ada yang jual. Ha-ha,” ungkap pemuda yang mengaku sebagai Slankers itu."}},"23":{"type":"ads"},"24":{"type":"paragraph","data":{"text":"Benar juga kata Gondrong, sampai\nkapan pun, barang antik memang nggak akan mati. Orang mungkin tertarik dengan tampilannya atau kisah di baliknya. Benda-benda seperti ini pasti akan\nselalu dicari, dikoleksi atau paling nggak ya, difoto. He"}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Jadi, barang antik apa yang kamu punya nih, Millens? (Bayu N/E05)"}}},"version":"2.15.1"}