Radio-Radio yang Sepakat Menolak Kalah; Kuncinya Adalah Adaptif!

Banyak radio gulung tikar di tengah gempuran pelbagai platform baru, tapi nggak sedikit yang menolak kalah. Upaya memikat pendengar terus digarap, mulai dari aktivasi media sosial hingga kolaborasi dengan banyak kalangan.

Radio-Radio yang Sepakat Menolak Kalah; Kuncinya Adalah Adaptif!
Berbagai cara dilakukan agar radio tetap didengar. (Inibaru.id/ Audrian F)
{"time":1599806422518,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id - Radio\nbisa dikatakan adalah media konvensional yang perlahan dilupakan oleh banyak\norang. Zaman yang semakin maju, yang juga diikuti oleh semakin variatifnya penyaji\narus media informasi, dirasa bikin radio jadi kalah saing."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Namun, kenyataannya sejumlah radio menolak kalah, termasuk sejumlah radio di Kota Semarang. Mereka terus\nmelebarkan sayap guna menjangkau pendengar. Kalau kata Jason Ranti sih, “Yang\nbagus memang kalau adaptif”. Ha-ha."}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/mereka-yang-masih-menganggap-betapa-berharga-dan-pentingnya-radio","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/mereka-yang-masih-menganggap-betapa-berharga-dan-pentingnya-radio","type":"article","title":"Mereka yang Masih Menganggap Betapa Berharga dan Pentingnya Radio","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Radio di zaman kemerdekaan mungkin jadi media penting dalam menyebarkan informasi. Lalu bagaimana saat ini? Orang-orang ini tampaknya cukup menegaskan kalau radio masih punya peran yang istimewa.","image":"https://www.inibaru.id/media/9210/large/normal/8787b1ff-8cff-4069-b813-e3bcbe2bf0f3__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/9210/large/normal/8787b1ff-8cff-4069-b813-e3bcbe2bf0f3__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah, di antara \"perusahaan cuap-cuap\" yang mengalami transformasi itu adalah Radio Idola. Enggan terbenam dan kalah, radio yang bermarkas di daerah Pedurungan, Kota Semarang, itu mencoba atur strategi."}},"11":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9201/large/normal/cd24d7b4-66f1-46f7-a8db-9ca02574b575__large.jpg"},"caption":"Radio Idola punya banyak cara. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Editor in Chief Radio Idola Heri CS mengungkapkan, beberapa langkah coba dilakukan perusahaanya demi bisa beradaptasi\ndengan kemajuan zaman. Salah satunya, sejak beberapa tahun lalu Radio Idola mengaktifkan berbagai platform media sosial, dari Instagram, Twitter, Facebook,\nhingga Youtube."}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Kami ada 3 koridor; secara on-air, off-air, dan online,”\nujarnya saat ditemui di Grha Spirit, markas Radio Idola, Selasa (8/9/2020)."}},"14":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/merekam-dalam-ingatan-studio-foto-lawas-di-kota-semarang-sinar-cipta","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/merekam-dalam-ingatan-studio-foto-lawas-di-kota-semarang-sinar-cipta","type":"article","title":"Merekam Dalam Ingatan, Studio Foto Lawas di Kota Semarang: Sinar Cipta","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Berada di Jalan Petudungan, tersebutlah studio foto lawas di Kota Semarang yang telah melintas generasi. Berdiri pada 1969, hingga kini studio ini masih berdiri dan membuka layanan, meski hanya untuk beberapa orang dan tampak kalah dengan zaman. Inilah studio foto Sinar Cipta.","image":"https://www.inibaru.id/media/9106/large/normal/17749649-b56d-4e5a-a9ee-5e0a8b1bb22f__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/9106/large/normal/17749649-b56d-4e5a-a9ee-5e0a8b1bb22f__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Untuk off air, Heri menjelaskan, setiap bulan minimal\nada dua even, entah dalam bentuk talkshow atau promosi UMKM. Jenis-jenis acaranya, semisal Panggung Civil\nSociety, yang membicarakan tema-tema yang sedang hangat terjadi."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Acara lain, ada juga Peer to Peer on Stage yang mengundang orang-orang hebat. Lalu, ada pula Idola Business Gathering untuk ajang silaturahmi dan promosi bisnis UMKM."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Sayang, masa pandemi memaksa kami meniadakan\nsegala macam kegiatan off air,” keluh lelaki murah senyum tersebut."}},"18":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9202/large/normal/208a8c43-c44b-46b6-a932-9e0c195d7ed0__large.jpg"},"caption":"Salah satu acara Radio Idola \"Peer to Peer On Stage\" mengundang Tia Hendi (Kanan) dan Siti Atikoh (tengah). (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nggak mau seperti pikat kehilangan mata, Radio Idola pun mengubah acaranya menjadi live di Instagram. Kemudian, beberapa siaran yang menarik juga diarsipkan dalam bentuk siniar (podcast). Jadi, berkas media digital dalam bentuk audio itu bisa didengarkan kapan pun."}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Semua itu juga diselingi dengan kolaborasi bersama berbagai\ntokoh inspiratif dan komunitas,” terang Heri, berpromosi."}},"21":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/foto-esai/murah-river-tubing-tak-lebih-dari-rp-10-ribu-di-wisata-viral-gubug-serut","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/foto-esai/murah-river-tubing-tak-lebih-dari-rp-10-ribu-di-wisata-viral-gubug-serut","type":"article","title":"Murah! River Tubing Tak Lebih dari Rp 10 Ribu di Wisata Viral Gubug Serut","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Sempat ramai di media sosial, sebuah lokawisata sungai berbatu yang begitu sesak pengunjung. Warga setempat menyebutnya Gubug Serut. Seberapa menarik? ","image":"https://www.inibaru.id/media/9055/large/normal/9eb85e51-311d-46d6-b9e2-2c640b07ddbf__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/9055/large/normal/9eb85e51-311d-46d6-b9e2-2c640b07ddbf__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Setali tiga uang, Radio Republik Indonesia (RRI) juga terus mencoba menggeliat di tengah arus modernitas. Karno, Kasi Komunikasi Publik RRI Semarang mengungkapkan, salah satu usaha yang dilakukan radio pelat merah itu adalah dengan membuat aplikasi khusus. "}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Ada aplikasi Radio RRI Play Go,” ungkap Karno saat ditemui Inibaru.id di Kantor RRI Semarang di Jalan A Yani No 144-146, Kamis (9/9)."}},"24":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9204/large/normal/3fbec412-f585-407f-a2bb-0f7ccdeb75d8__large.jpg"},"caption":"Karno mengungkapkan kalau RRI terus beradaptasi dengan zaman. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Di dalam aplikasi tersebut, Karno menambahkan, terdapat banyak fitur, mulai dari\nmusik hingga kumpulan artikel. Yang menarik, dalam aplikasi ini, kamu bisa\nmendengarkan siaran RRI dari pelbagai cabang di seluruh Indonesia."}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kemudian, di tengah pandemi Covid-19, RRI Semarang juga membuat program pembelajaran jarak jauh (PJJ) via siaran audio. Mereka menggandeng para guru, dari TK hingga SMA, untuk menyampaikan pelajaran secara on-air via RRI."}},"27":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/gris-sudah-jadi-paragon-mall-kacang-sangan-asin-tetap-setia-di-jalan-pemuda","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/gris-sudah-jadi-paragon-mall-kacang-sangan-asin-tetap-setia-di-jalan-pemuda","type":"article","title":"GRIS Sudah Jadi Paragon Mall, Kacang Sangan Asin Tetap Setia di Jalan Pemuda","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Di pinggir Jalan Pemuda Semarang, sebuah kios kacang sangan telah berdiri lebih dari setengah abad. Kios kecil legendaris itu 'tersembunyi' di antara gedung-gedung sekitarnya, termasuk Paragon City Mall yang menjulang di depannya. Kamu pernah melihatnya?","image":"https://www.inibaru.id/media/8898/large/normal/db3e1f77-64ff-4507-91c1-f99269957777__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/8898/large/normal/db3e1f77-64ff-4507-91c1-f99269957777__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"28":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nantinya, para siswa diminta mengikuti \"kelas radio\" itu dan mendengarkan apa\nyang disampaikan gurunya tersebut. Jadi, ini bisa menjadi alternatif PJJ bagi siswa yang kesulitan menggunakan aplikasi digital tertentu atau kesulitan mengakses internet. Hm, menarik ya!"}},"29":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9205/large/normal/77858004-db17-4022-b32f-85e978cb3514__large.jpg"},"caption":"RRI mencoba terus berada di udara. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"30":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sementara itu, Radio Pro Alma FM yang berada di bawah naungan Universitas Diponegoro Semarang menolak tenggelam dengan gencar memanfaatkan media sosial. Setiap\nsiaran, para penyiar akan melontarkan pertanyaan melalui Instastory atau Whatsapp."}},"31":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/bengok-craft-upaya-kembalikan-ekosistem-rawa-pening-dengan-ubah-gulma-jadi-berguna","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/bengok-craft-upaya-kembalikan-ekosistem-rawa-pening-dengan-ubah-gulma-jadi-berguna","type":"article","title":"Bengok Craft, Upaya Kembalikan Ekosistem Rawa Pening dengan Ubah Gulma Jadi Berguna","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Miris dengan kondisi Rawa Pening, Firman Setyaji mengajak masyarakat untuk membangun usaha berbasis kerajinan dari gulma air, eceng gondok. Harapannya, selain menyelamatkan ekosistem Rawa Pening, juga untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat sekitar.","image":"https://www.inibaru.id/media/8999/large/normal/55a476cc-a7fe-40c5-b2fe-95bfcfb3d6e0__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/8999/large/normal/55a476cc-a7fe-40c5-b2fe-95bfcfb3d6e0__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"32":{"type":"paragraph","data":{"text":"Penyiar Pro Alma Thriyani Rahmania mengungkapkan, dengan memberi \"notifikasi\" di medsos, mereka mencoba menarik orang-orang untuk memantau kanal radio kampus tersebut."}},"33":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Kalau nggak dipancing dari sosmed, para pendengar mungkin\nnggak bergegas untuk merapat,” ujar Thriyani, yang juga mengatakan tahun ini Pro Alma dituntut untuk bekerja lebih keras karena berencana berdiri sendiri sebagai radio swasta, bukan lagi di bawah naungan kampus."}},"34":{"type":"paragraph","data":{"text":"Hm, beragam cara dilakukan radio untuk terus mengudara, termasuk dengan mengendapkannya ke ranah yang jauh berbeda. Tak ada yang salah, karena inti dari sebuah usaha adalah bertahan dan adaptif di segala zaman."}},"35":{"type":"paragraph","data":{"text":"Selamat Hari Radio Nasional, ya, Millens! Meminjam jargon RRI; sekali di udara, semoga radio tetap mengudara dan memanjakan telinga kita semua! (Audrian F/E03)"}},"36":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/hari-radio-nasional-biarlah-musim-berganti-radio-tetap-di-hati","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/hari-radio-nasional-biarlah-musim-berganti-radio-tetap-di-hati","type":"article","title":"Hari Radio Nasional: Biarlah Musim Berganti, Radio Tetap di Hati","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Selamat Hari Radio Nasional! Pengguna radio tentu nggak seperti dulu lagi. Semakin ramainya perangkat penunjang konsumsi informasi barangkali bikin kita seakan melupakannya. Lalu, bagaimana kabar radio sekarang ya?","image":"https://www.inibaru.id/media/9194/large/normal/22beb758-6a56-454d-a50c-eedff8a5821f__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/9194/large/normal/22beb758-6a56-454d-a50c-eedff8a5821f__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}}},"version":"2.15.1"}