Alat Buatan UGM Ini Diklaim Bisa Deteksi Corona Hanya Dalam 80 Detik

Kalau sebelumnya diklaim bisa mendeteksi virus corona dalam waktu 3 menit, kali ini UGM memperbariui kemampuan alat ciptaan barunya, GeNose. Peralatan ini kini diklaim bisa mendeteksi virus corona dari pernapasan seseorang hanya dalam waktu 80 detik!

Alat Buatan UGM Ini Diklaim Bisa Deteksi Corona Hanya Dalam 80 Detik
Alat GeNose dari UGM. (UGM)
{"time":1601094889061,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id\n- Universitas Gajah Mada (UGM) kembali memperbarui kemampuan alat pendektesi corona ciptaannya. Peralatan bernama GeNose atau\nTeknologi Pengendus COVID-19 ini sebelumnya diklaim mampu mendeteksi virus corona dalam 3 menit. Kini, pendeteksi corona melalui napas ini hanya\nbutuh waktu 80 detik untuk memastikan apakah seseorang positif Covid-19 atau tidak. "}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Kalau sebelumnya butuh waktu\nsekitar 3 menit, kemarin saat uji di BIN sudah bisa turun menjadi 80 detik\nsehingga lebih cepat lagi,\" kata Ketua Peneliti GeNose yang juga Dosen\nFisika FMIPA UGM Kuwat Triyana pada Jumat (25/9/2020)."}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/hits/sering-unggah-gambar-seperti-ini-di-instagram-bisa-jadi-kamu-depresi","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/hits/sering-unggah-gambar-seperti-ini-di-instagram-bisa-jadi-kamu-depresi","type":"article","title":"Sering Unggah Gambar Seperti Ini di Instagram? Bisa Jadi Kamu Depresi","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Ternyata, linimasa seseorang di Instagram bisa menandakan apakah seseorang mengalami depresi atau nggak, lo, Millens. Seperti apa ya unggahan yang menandakan hal tersebut?","image":"https://www.inibaru.id/media/8585/large/normal/d0b749b8-819c-4501-bdbd-e3af7eb371b7__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/8585/large/normal/d0b749b8-819c-4501-bdbd-e3af7eb371b7__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Peneliti lainnya,\nDian Kesumapramudya Nurputra menjelaskan bahwa alat ini mampu mendeteksi Volatile Organic\nCompound (VOC). VOC ini terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar\nbersama nafas melalui hembusan napas ke dalam kantong khusus. Sensor yang ada di dalam alat ini lalu dibantu dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk memastikan apakah seseorang positif corona atau nggak."}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dian menambahkan kalau GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid dari Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID Bambanglipuro di Yogyakarta. Hasil dari pengujian ini menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen."}},"12":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/9609/large/normal/716e7ff1-4ba8-4138-8ff3-512ebe105c5c__large.jpg"},"caption":"Percobaan GenOse. (Istimewa)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"13":{"type":"ads"},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Setelah melalui uji klinis tahap\npertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua,\" jelas\nDian."}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sebelumnya, dalam presentasi di\nKemenristek BRIN, GeNose diklaim memiliki harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan alat-alat tes lainnya. Wakil Rektor UGM Paripurna Poerwoko Sugarda bahkan menjamin harganya bisa lebih murah."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Prediksi kami untuk membuat 1\nunit itu sekitar Rp 40 juta, bisa dipakai untuk 100 ribu tes,\" katanya\npada Kamis (24/9)."}},"17":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/hits/kisah-penggali-kubur-asal-surabaya-selama-pandemi-kerja-24-jam-dan-kuburkan-ribuan-jenazah","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/hits/kisah-penggali-kubur-asal-surabaya-selama-pandemi-kerja-24-jam-dan-kuburkan-ribuan-jenazah","type":"article","title":"Kisah Penggali Kubur Asal Surabaya selama Pandemi, Kerja 24 Jam dan Kuburkan Ribuan Jenazah","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Penggali kubur asal Surabaya, Munaji, ","image":"https://www.inibaru.id/media/8501/large/normal/e5444785-859e-46d6-86de-536ee647bc32__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/8501/large/normal/e5444785-859e-46d6-86de-536ee647bc32__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"Meski begitu, Paripurna mengaku untuk alat\npenampung napas pihaknya masih belum bisa memproduksinya sendiri dan harus membelinya dari pihak lain. Hanya, alat itu sebenarnya terjangkau karena\nterbuat dari plastik dengan harga satuan Rp 500."}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Kami juga masih mencari\nalternatif lain. Bagaimana kalau bahan alat itu tidak dari plastik tapi dari karet\natau kertas, sehingga tidak menambah pencemaran lingkungan,\" pungkasnya."}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Wah, semoga alat ini bisa bermanfaat\nbesar bagi penanganan Covid-19 di Indonesia, ya, Millens. (Kum/IB28/07)"}}},"version":"2.15.1"}