Ironi Stadion Diponegoro Semarang

Meski pernah menjadi stadion terbaik se-Asia Tenggara, nggak lantas membuat Stadion Diponegoro dapat perhatian. Banyaknya kerusakan membuat tempat ini nggak bisa lagi layak menampilkan pertandingan berskala besar. Alih-alih tempat diadakannya turnamen olahraga, stadion ini lebih dikenal sebagai tempat konser.

Ironi Stadion Diponegoro Semarang
Stadion Diponegoro. (Inibaru.id/ Audrian F)
{"time":1579832393697,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Stadion\nDiponegoro memang nggak memiliki catatan sejarah secara pasti. Namun hal-hal\nbesar yang terjadi di sana sudah menjadi kisah tersendiri. Namun yang bikin sedih, stadion ini justru lebih dikenal sebagai penyelenggaraan konser.
"}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saya bisa memaklumi itu setelah melihat sendiri. Stadion ini hanya terlihat seperti bangunan\ntua dengan tribun lapuk dan berkarat, belum lagi velodrome yang telah retak serta\nditumbuhi rerumputan.  Kondisi lapangan sepak bola juga sudah nggak layak. Menyedihkan memang, tapi melegakan rasanya melihat para pegiat olahraga tetap beraktivitas di stadion tersebut."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"Setahu saya ada 3 cabang olahraga yang masih memakai stadion\nini; sepak bola, atletik dan juga klub pembinaan balap sepeda usia dini\nyakni, Velodrome Diponegoro Cycling Club (VDCC). Sebagai tempat yang konon pernah\nmenjadi stadion terbaik di Indonesia bahkan se-Asia Tenggara, Stadion\nDiponegoro sebenarnya memiliki sejumlah fasilitas mumpuni."}},"10":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/283/large/normal/f322911a-858c-427d-93fb-0a01f9d2ea8c__large.jpg"},"caption":"Velodorome Stadion Diponegoro yang biasa digunakan untuk atletik. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Buat kamu yang belum tahu, stadion yang sekira dibangun pada 1934  ini mempunyai ruang ganti dan kamar mandi,\nvelodrome yang berkelas internasional, empat tower lampu dengan kekuatan 3.200\nwatt, tribun dengan kapasitas 1.000 penonton, dan (dulu) kolam renang di depannya.\nKamu mungkin bertanya-tanya di mana kolam renangnya. Yaps, sekarang kolam renang peninggalan Belanda tersebut sudah diubah menjadi\npujasera."}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Soal tower, Maryono, pemain PSIS era 1972 mengungkapkan sejarahnya. Katanya, tower lampu\nStadion Diponegoro merupakan pemberian dari Wali Kota Semarang pada 1974\nyaitu Kolonel Hadijanto."}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Dulu ada turnamen namanya Tugu Muda Cup. Itu\npenyelenggaraan yang pertama. Pak Hadijanto memberi lampu untuk Stadion\nDiponegoro. Di tahun itu pula saya mengantar PSIS promosi ke Divisi Utama,”\nujar Maryono, Minggu (22/12) saat ditemui di Lapangan Sekaran Unnes."}},"14":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/286/large/normal/a41c674e-1095-4670-98a9-0d594bc27140__large.jpg"},"caption":"Seekor kambing melintas di velodrome Staadion Diponegoro. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sementara bagi klub sepeda, velodrome Stadion Diponegoro\nmemiliki makna penting sekaligus tempat berlatih yang harus disyukuri. Pasalnya\nIkatan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) didirikan di sini. Mustofa Zamrud,\npengurus ISSI Kota Semarang membeberkan banyak hal terkait velodrome\ntersebut."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Karena ini merupakan velodrome yang pertama di Indonesia,\nmaka ISSI dibentuk di sini pada tahun 1951. Kemudian pada tahun 1989 sempat\ndirenov karena digunakan untuk penyelenggaraan kejuaraan nasional Piala Siwo,”\nungkap Mustofa Zamrud, Minggu pagi saat memantau VDCC\nberlatih."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Mustofa mewakili kalangan pegiat sepeda lainnya bersyukur memiliki velodrome. Pasalnya adanya\nkerumitan hak milik membuat mereka nggak bisa bergerak untuk memohon perbaikan.\nBagian-bagian velodrome yang rusak sejauh ini cuma ditambal-sulam dengan\nswadana anggota."}},"18":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/285/large/normal/0a3db226-8747-495c-8352-d35e9bf404b9__large.jpg"},"caption":"Velodrome Diponegoro Cycling Club (VDCC) tetap giat berlatih meski lintasan cuma seadanya. (Inibaru.id/ Audrian F)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Stadion ini kan bukan milik Pemkot namun Kodam\nDiponegoro/IV, jadi yang nggak bisa semena-mena. Menurut saya Kodam memang\nnggak ada anggaran untuk memperbaiki ini, soalnya olahraga bukan fokus utama,\njadi imbasnya ya adanya konser-konser itu sebagai pemasukan. Velodrome jadi rusak karena dilalui mobil. Padahal harusnya nggak boleh. Untungnya bangunan\nini adalah Cagar Budaya, kalau enggak mungkin nasibnya sudah seperti kolam\nrenang yang di depan itu,” pungkasnya."}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Mustofa nggak berharap banyak dari pembangunan Stadion\nDiponegoro, namun lebih memilih menanti hadirnya velodrome baru di Sirkuit\nMijen yang sedang dalam tahap pembangunan."}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Jadi seperti itulah keadaan Stadion Diponegoro yang punya\nsejarah panjang itu. Kamu lebih kenal Stadion ini sebagai tempat olahraga atau\npenyelenggaraan konser, Millens? (Audrian F/E05)"}},"22":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/abraham-fletterman-sang-arsitek-belanda-yang-sayang-istri-dan-perhatian-pada-pribumi","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/abraham-fletterman-sang-arsitek-belanda-yang-sayang-istri-dan-perhatian-pada-pribumi","type":"article","title":"Abraham Fletterman, sang Arsitek Belanda yang Sayang Istri dan Perhatian pada Pribumi","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Mungkin namanya nggak semenonjol Thomas Karsten, tapi arsitek Belanda yang satu ini memiliki jiwa yang istimewa. Setidaknya itulah yang saya tangkap. Nggak cuma membangun bangunan indah, Abraham Fletterman juga menunjukkan bagaimana cara memanusiakan manusia dengan membantu mereka. Selain itu, dia juga sukses menjadi suami idaman untuk Corrie, istrinya.","image":"https://www.inibaru.id/media/538/large/normal/0347cf2d-2a42-4f79-b132-88e9dcce4347__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/538/large/normal/0347cf2d-2a42-4f79-b132-88e9dcce4347__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"23":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/adventurial/menyingkap-kebenaran-adanya-harta-karun-di-rumah-kuno-peninggalan-belanda","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/adventurial/menyingkap-kebenaran-adanya-harta-karun-di-rumah-kuno-peninggalan-belanda","type":"article","title":"Menyingkap Kebenaran Adanya Harta Karun di Rumah Kuno Peninggalan Belanda","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Di Kota Semarang terdapat sebuah rumah kuno dengan arsitektur Belanda yang dipercaya menyimpan harta karun pasukan Prancis. Sudah banyak orang mencoba menemukan harta ini. Tapi sayangnya keberadaan harta ini masih menjadi tanda tanya.","image":"https://www.inibaru.id/media/379/large/normal/40170a1c-19eb-4a78-bb4e-0a303622080d__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/379/large/normal/40170a1c-19eb-4a78-bb4e-0a303622080d__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}}},"version":"2.15.1"}