Nggak Hanya Indonesia, Beberapa Negara Ini juga Punya Tradisi Pawang Hujan

Menyinggung pawang hujan barangkali lekat dengan Indonesia. Namun nggak begitu juga, beberapa negara lain ternyata punya tradisi menolak atau mendatangkan hujan.

Nggak Hanya Indonesia, Beberapa Negara Ini juga Punya Tradisi Pawang Hujan
Di Indonesia punya tradisi unik yang menggunakan pawang hujan untuk memanggil dan mencegah hujan. (Medcom)
{"time":1609904419659,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id - Pawang hujan mungkin akan kamu pikir kalau hanya\nada di Indonesia karena tradisi mitosnya yang mengakar kuat. Namun ternyata, negara-negara lain yang bahkan lebih maju juga punya tradisi ini. Negara-negara tersebut antara lain Jepang, Thailand, dan Afrika Selatan."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah,\nbagaimana ya pawang hujan versi negara-negara tersebut?"}},"9":{"type":"header","data":{"text":"Ritual Suku Pedi, Afrika Selatan","level":2}},"10":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/12057/large/normal/d301719f-dce8-41f5-8ce1-a4aa500d269a__large.jpg"},"caption":"Suku Pedi sang pengendali hujan. (Wikimedia Commons)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Di Afsel, ‘tukang’ pengusir dan\npemanggil hujan di sana berasal dari Suku Pedi. Bahkan beberapa orang di desa\nini punya cara-cara tersendiri buat melakukannya. Kalau di sana sang pawang hujan\ndisebut dengan “Moroka”."}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Cara yang digunakan oleh Suku Pedi\nsebagaimana tradisi mereka adalah dengan memberikan uang atau persembahan kepada\nmoroka agar dapat memilih awan yang menghasilkan hujan. Semakin besar\npersembahan yang dikeluarkan maka hasilnya pun akan lebih bagus, sebab menurut\nmereka, moroka juga harus bersaing dengan pawang dari desa lain."}},"13":{"type":"ads"},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"Benda-benda yang biasa digunakan\nmoroka untuk memanggil hujan adalah tanduk ajaib yang ditempatkan\ndi gua, bir, dan jagung."}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Prosesi ritualnya yakni dilakukan\nanak gadis dan laki-laki perjaka bersama para tetua dengan memukul-mukul\ntongkat ke tanah sambil berteriak “pula, pula, pula” atau ‘hujan, hujan, hujan’\nbeberapa kali."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sementara untuk menolak hujan,\ndahulu Suku Pedi menggunakan kulit dahi sapi. Namun belakangan diganti jadi\nsepatu kulit dahi sapi. Mungkin biar sekalian bisa dipakai kali ya?"}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kalau yang ini dilakukan oleh\nseorang perempuan tua atau paruh baya yang membawa sepatu kulit dahi sapi di\npunggung mereka sepanjang upacara. Ketika upacara selesai, perempuan tersebut bisa\nmelepas sepatu tersebut dari punggungnya. Para penduduk berkata bahwa sesaat\nsetelah sepatu dilepas, hujan akan mulai turun."}},"18":{"type":"header","data":{"text":"Teru Teru Bozu dari Jepang","level":2}},"19":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/12058/large/normal/25cdb0e7-78f6-459e-ab8b-d61db08f937d__large.jpg"},"caption":"Boneka Teru teru Bozu.(Wikimedia Commons)
","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kalau di Jepang ada tradisi menghindari\nhujan namanya “Teru Teru Bozu”. Sebutan itu merujuk pada boneka kecil yang\nterbuat dari kertas atau kain putih yang diikat dengan tali lalu digantung di\njendela."}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dengan menggantung boneka itu\ndipercaya dapat memanggil cuaca cerah keesokan harinya. Kalau secara arti, “Teru-teru”\nartinya adalah bersinar. Kemudian “Bozu” adalah biksu Buddha."}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Teru teru bozu konon awalnya berasal\ndari Tiongkok pada periode Heian. Legenda mengatakan bahwa teru teru bozu\nawalnya adalah seorang gadis yang membawa sapu–sapu tersebut diyakini akan\nmenyapu awan karena  menyelamatkan kota\ndari amukan badai besar. Namun selama waktu berjalan diganti dengan Buddha\nkarena dinilai membawa kecerahan."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Teru teru bozu juga bisa untuk memanggil hujan. Cukup dengan menggantung bonekanya dalam keadaan terbalik, konon hujan bisa turun."}},"24":{"type":"header","data":{"text":"Sereh dan Gadis Perawan di Thailand","level":2}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Di Thailand, punya\ntradisi yang nggak kalah unik juga dalam menghindari hujan. Yakni dengan sebatang sereh yang ditancapkan terbalik ke tanah oleh seorang gadis\nperawan. Dengan begitu, dipercaya hujan akan berhenti."}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Wah, ternyata tradisi-tradisi\nsejenis pawang hujan di negara-negara lain juga nggak kalah unik ya, Millens. (Kum/IB28/E05)"}}},"version":"2.15.1"}