Pendeta Kristen Ortodoks: Turki Mengembalikan Kehormatan Hagia Sophia dengan Menjadikannya Masjid

Bukannya mengecam aksi Turki menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid, pendeta Kristen Ortodoks ini justru menganggap tindakan Turki sudah tepat. Apa alasannya ya? 

Pendeta Kristen Ortodoks: Turki Mengembalikan Kehormatan Hagia Sophia dengan Menjadikannya Masjid
Evangelos Papanikolaou, pendeta kristen ortodoks dari Yunani. (Milimaj)
{"time":1596177578674,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Evangelos Papanikolaou, pendeta Kristen\nOrtodoks dari Yunani mengeluarkan pernyataan yang cukup menghebohkan. Bukannya\nmengecam tindakan Turki yang mengembalikan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid,\nPapanikolaou jutru mendukungnya."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dia menyebut, Turki justru melindungi dan\nmengembalikan kehormatan bangunan yang beberapa abad lalu pernah berfungsi\nsebagai gereja tersebut."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"Selain\nberprofesi sebagai pendeta di Gereja Analipseos Rafina, Papanikolaou juga\ndikenal sebagai seorang teolog, misionaris, sekaligus profesor fisiologi. Dia menyebut\norang-orang Turki memberikan perlindungan bagi banyak gereja yang ada di\nYunani."}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Siapa yang\nmemberikan perlindungan bagi bangunan agung seperti Hagia Sophia? Tentu saja\norang-orang Turki,” ucap Papanikolaou dilansir dari Anadolu Agency."}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dia juga\nmenambahkan bahwa orang-orang Turki yang ada di Kreta, sebuah wilayah di\nYunani, justru nggak pernah menutup gereja. Malahan, banyak orang Yunani yang melakukannya."}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Sebaliknya,\nbanyak gereja dan biara yang ditutup di Yunani setelah diperintahkan Raja Otto\nI,” terangnya sembari mengingatkan tindakan raja Yunani pada 1832 silam."}},"13":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/7924/large/normal/077230b8-f984-4040-b2a6-3fa4e4e8011e__large.jpg"},"caption":"Hagia Sophia. (Flickr/ mojografie)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"Papanikolaou\nmenambahkan, bangsa Bizantinum kuno lebih percaya dengan orang-orang Turki. Hal\nini disebabkan oleh adanya ungkapan “Saya lebih suka turban Turki daripada\nmitra Latin. Jika harus membuat keputusan, saya lebih suka Turki meski nggak\ningin melihat satu pun dari mereka.”"}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Berkat\nkeputusan Turki menjadikan Hagia Sophia masjid kembali, kini wisatawan\nnggak lagi bisa sembarangan memasukinya. Para turis juga harus memakai pakaian yang\npantas sebagaimana memasuki tempat ibadah dan nggak boleh memakai alas kaki."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Bukankah\nitu tanda bahwa kehormatan Hagia Sophia telah dikembalikan?” tanyanya secara\nretoris."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Pada 10\nJuli 2020, pengadilan Turki memutuskan untuk membatalkan dekrit yang\ndikeluarkan pada 1934 yang isinya menjadikan Hagia Sophia sebagai museum. Hal\nini membuat bangunan yang masuk Daftar Warisan Dunia Unesco ini kembali menjadi\nmasjid."}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"Meski\ndifungsikan sebagai tempat ibadah, tetap saja wisatawan asing dan domestik\nboleh mengunjunginya meski harus mematuhi aturan-aturan sebagaimana saat akan\nmengunjungi tempat ibadah."}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nggak\nnyangka ya, ternyata keputusan Turki menjadikan Hagia Sophia kembali menjadi\nmasjid justru didukung oleh pemuka agama lain.(Rep/IB09/E03)"}}},"version":"2.15.1"}