Saat Pandemi Mulai Berakhir, Krisis Energi Dunia Justru Hadir

Di sejumlah negara maju seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Inggris, krisis energi dunia sudah sangat terasa. Harga BBM dan tarif listrik sudah sampai naik. Pabrik-pabrik ada yang terancam nggak lagi bisa beroperasi. Apa yang sebenarnya terjadi?

Saat Pandemi Mulai Berakhir, Krisis Energi Dunia Justru Hadir
Dunia mengalami krisis energi. Pemadaman listrik dan masalah pasokan bahan bakar sudah banyak terjadi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
{"time":1634189317558,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Memang, di sejumlah negara, pandemi Covid-19\nmasih menjadi masalah besar. Hanya, kebanyakan negara sudah berada dalam\nkondisi yang lebih tenang seperti di Indonesia. Sayangnya, meski pandemi mulai\nberakhir, kini hadir masalah baru, yakni krisis energi dunia."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Ada banyak\nhal yang memicu krisis energi yang sudah dialami sejumlah negara layaknya\nInggris, Korea Selatan, India, hingga Tiongkok ini. Salah satunya adalah karena\nkita sedang di masa transisi antara bahan bakar fosil ke sumber energi yang\nlebih bersih seperti listrik."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"Masalahnya,\npenyedia energi yang lebih bersih belum benar-benar banyak. Di Inggris,\nmisalnya, pembangkit listrik hijau seperti gas masih belum mampu\nmenyediakannya. Dampaknya, pasokan gas berkurang sehingga membuat gas pun naik\ndengan signifikan."}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kenaikan\nharga gas alam ini bahkan sudah mencapai 5 kali lipat. Para ahli memperkirakan\nkenaikan harga ini masih akan terus berlanjut hingga 2022. Hal ini disebabkan\noleh 40 persen dari pembangkit energi masih memakai gas. Sayangnya, kapasitas\npenyimpanannya justru masih minim. Gara-gara hal ini, banyak PLTU di sana\nakhirnya kembali memakai batu bara sebagai bahan bakarnya. Padahal, kamu tahu\nsendiri kan batu bara adalah salah satu sumber polusi terbesar di dunia."}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Bagaimana\ndengan krisis energi yang terjadi di Asia? Di Tiongkok, harga batu bara sudah\nnaik hingga 80 persen. Hal ini disebabkan oleh makin menipisnya pasokan batu\nbara akibat gangguan di pertambangan. Masalahnya, 44 persen pelaku industri di\nNegeri Tirai Bambu sampai kesulitan melakukan produksi gara-gara nggak\nmendapatkan pasokan energi seperti listrik yang cukup. Pabrik-pabrik di sana\npun diprediksi bakal berhenti beroperasi."}},"12":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/17461/large/normal/5326ddc9-47a3-4a66-bd73-0cfe27a232ff__large.jpg"},"caption":"Banyak negara maju yang sudah terdampak krisis energi karena kesulitan untuk beralih ke sumber energi bersih terbarukan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sementara\nitu, di Korea Selatan, negara yang sebagian besar, tepatnya 93,5 persen sumber\nenerginya diimpor, sudah mengalami masalah energi yang cukup parah. Bagaimana\nnggak, Korea Electric Power Corporation, semacam PLN-nya Korea, bahkan sampai\nmenaikkan tarif listrik dengan signifikan gara-gara naiknya harga gas alam cair\n(LNG) di sana. "}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saat Korea\ningin mencoba energi terbarukan yang bersih, realitanya produksinya baru 6,2\npersen. Masih jauh dari sumber energi yang memakai bahan bakar fosil seperti\nminyak bumi (38,7 persen) dan batu bara yang mencapai (27,1 persen). Sumber\nyang lebih bersih seperti dari nuklir hanya 10,3 persen dan LNG hanya 17,7 persen."}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Di\nSingapura, tarif listrik sudah dinaikkan sebanyak 3,8 persen. Selain itu,\nbersama dengan Malaysia, harga BBM juga sudah dinaikkan. Bahkan, di Eropa, ada\nperkiraan bakal ada pemadaman listrik besar-besaran saat musim dingin di\npergantian tahun. Padahal, di masa itu masyarakat membutuhkan listrik untuk\nmenyalakan penghangat ruangan di tengah suhu yang menusuk tulang."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Indonesia\nmemang belum begitu merasakan dampak dari hal ini. Namun, bukan berarti nggak\nmungkin kita bisa merasakannya mengingat kita masih sangat bergantung dengan\nbahan bakar fosil yang akan segera habis. "}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Melihat\nfakta ini, yuk segera mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih seperti\nair, udara, atau bahkan sinar matahari agar nggak sampai ikut-ikutan mengalami\nkrisis energi dunia, Millens. (Kat/IB09)"}}},"version":"2.15.1"}