Sama-Sama Memandikan Calon Mempelai, Apa Perbedaan Tradisi Siraman Jawa dengan Sunda?

Siraman, prosesi yang dilakukan menjelang pernikahan biasanya dilakukan ala adat Jawa dan Sunda. Namun tahukah kamu perbedaan antara keduanya?

Sama-Sama Memandikan Calon Mempelai, Apa Perbedaan Tradisi Siraman Jawa dengan Sunda?
Ilustrasi: Siraman menjadi salah satu prosesi dalam pernikahan Jawa dan Sunda. Apa perbedaannya? (Pinterest)
{"time":1596097244628,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Bukti\nkekayaan budaya di Indonesia adalah adanya rangkaian prosesi menjelang\npernikahan. Salah satunya adalah siraman (Jawa: siram) yang berarti mandi. Prosesi siraman dilakukan dengan\nmemandikan calon pengantin, dengan tujuan agar kembali suci. "}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Namun, prosesi siraman nggak hanya dilakukan di Jawa, lo.\nMasyarakat Sunda juga melakukan siraman sebagai salah satu prosesi menuju\npernikahan. Lalu apa perbedaan prosesi siraman Jawa dan Sunda?"}},"9":{"type":"header","data":{"text":"Siraman Jawa","level":2}},"10":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/7912/large/normal/bc7db09a-2c46-4c66-bc8c-f83a3883774b__large.jpg"},"caption":"Ilustrasi: Prosesi siraman adat Jawa. (Thepotomoto Photography)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Upacara siraman berlaku untuk calom pengantin perempuan dan laki-laki\nyang digelar di rumah masing-masing. Berbagai perlengkapan siraman di antaranya\nadalah air dari tujuh sumber dengan taburan bunga setaman. Kemudian, dua kelapa\nyang masih bersabut diikat dan dimasukkan ke dalam wadah air tersebut."}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Calon pengantin yang sudah mengenakan buasana siraman\nlengkap kemudian dijemput oleh orang tua menuju tempat siraman. Di belakangnya,\ndiikuti oleh pengiring yang membawakan baki berisi kain bermotif gompol dan\nnagasari, handuk, serta pendupan."}},"13":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/warna-warni-filosofi-peranti-pernikahan-adat-jawa","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/warna-warni-filosofi-peranti-pernikahan-adat-jawa","type":"article","title":"Warna-warni Filosofi Peranti Pernikahan Adat Jawa","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Pernikahan adat Jawa memiliki rangkaian prosesi yang cukup banyak. Dalam tiap prosesi, ada peranti-peranti yang khas pula. Nggak sekadar melengkapi, peranti-peranti ini juga membawa makna bagi pernikahan pasangan pengantin.","image":"https://www.inibaru.id/nuploads/59/pernikahanadatjawa1.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/nuploads/59/pernikahanadatjawa1.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"Siraman diawali dengan doa sesuai kepercayaan keluarga. Calon\npengantin kemudian melakukan sungkem kepada kedua orang tua sekaligus meminta\nizin untuk menikah dengan orang yang telah dipilihnya."}},"15":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/7915/large/normal/e04e6845-7f35-42ba-aa4b-a6e997a12d8c__large.jpg"},"caption":"Ilustrasi: Sungkeman menjelang siraman. (Pinterest) ","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Selanjutnya, calon\npengantin akan disiram dengan air yang telah disiapkan. Yang bertugas menyiram\npun harus berjumlah ganjil, terdiri atas ibu, bapak, dan orang-orang yang\ndituakan dan diakhiri dengan juru rias."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Setelah bersih, air tersebut juga digunakan untuk berkumur,\nmembersihkan wajah, telinga, leher, tangan, dan kaki, sebanyak tiga kali. Kemudian, calon pengantin akan digendong oleh sang bapak menuju kamar pengantin untuk\nmelakukan prosesi ngerik oleh juru rias."}},"18":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/sakralnya-tradisi-sungkeman-pada-pernikahan-adat-jawa","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/sakralnya-tradisi-sungkeman-pada-pernikahan-adat-jawa","type":"article","title":"Sungkeman, Prosesi Sakral pada Pernikahan Jawa yang Hampir Selalu Diiringi Isak Tangis ","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Prosesi upacara pernikahan adat Jawa ditutup dengan ritual sungkeman. Biasanya, momen sungkeman menjadi momen yang sakral dan penuh dengan haru biru. Tamu undangan yang menyaksikan pun sering terbawa suasana.","image":"https://www.inibaru.id/nuploads/1/sungkeman.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/nuploads/1/sungkeman.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Akhir dari prosesi ini adalah juru\nrias yang memecah kendi dan disaksikan oleh keluarga calon pengantin."}},"20":{"type":"header","data":{"text":"Siraman Sunda","level":2}},"21":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/7908/large/normal/73d80dfc-f288-4d56-8322-b9b136a2b425__large.jpg"},"caption":"Ilustrasi: Prosesi siraman. (Thebridedept)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Tahap pertama dari siraman adat Sunda adalah ngengcangkeun\naisan. Di tahap ini, ibu dari calon pengantin akan melepaskan gendongan menuju\ntempat siraman ditemani sang ayah dengan membawa lilin. Ini bermakna, mereka akan segera mengakhiri tanggung jawab, digantikan calon suami."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Selanjutnya, calon pengantin akan dipangku kedua\norang tua dalam prosesi dipangkon. Kemudian,  calon pengantin akan membasuh kaki kedua\norang tua, yang disebut dengan ngaras."}},"24":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/bukan-sekedar-hiasan-ini-arti-paes-jawa-yang-sarat-doa","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/bukan-sekedar-hiasan-ini-arti-paes-jawa-yang-sarat-doa","type":"article","title":"Bukan Sekedar Hiasan, Ini Arti Paes Jawa yang Sarat Doa","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Bukan sekedar hiasan, paes atau hiasan berwarna hitam di dahi pengantin Jawa memiliki doa-doa penuh kebaikan kedua mempelai sebelum mengarungi kehidupan berumahtangga. ","image":"https://www.inibaru.id/nuploads/1/paes.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/nuploads/1/paes.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Orang tua pengantin kemudian\nakan menyemprotkan minyak wangi ke tubuh calon pengantin. Maknanya, agar selalu\nmengharumkan nama keluarga."}},"26":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/7807/large/normal/8153a36f-6f8a-445a-b0b4-25458f6de6c0__large.jpg"},"caption":"Ilustrasi: Dipangkon dalam siraman adat Sunda. (Bella Futriani)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"27":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sebelum tiba pada prosesi siraman, calon pengantin harus\nmelewati tujuh lembar kain yang bermakna permohonan untuk selalu sabar, sehat,\nbertakwa, tabah, beriman dan istiqomah. Kemudian, pengantin akan disiram dengan\nair yang ditaburi bunga setaman sebagai prosesi puncak siraman."}},"28":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/siger-sunda-riasan-yang-juga-ada-di-pernikahan-modern-di-jawa","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/siger-sunda-riasan-yang-juga-ada-di-pernikahan-modern-di-jawa","type":"article","title":"Siger Sunda, Riasan yang Juga Ada di Pernikahan Modern di Jawa","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Nggak hanya riasan pengantin, Siger Sunda yang berfungsi mempercantik mempelai perempuan juga menjadi simbol harapan bagi pasangan pengantin. Maka, nggak heran jika sebagian pengantin modern di Jawa juga mengenakannya.","image":"https://www.inibaru.id/uploads/siger.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/uploads/siger.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"29":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah, itulah perbedaan tahapan pada prosesi siraman adat Jawa\ndan Sunda. Makna yang tersimpan dalam setiap tahapnya semestinya mengilhami\nkehidupan setelah menikah ya, Millens! (Wed/IB27/E03)"}}},"version":"2.15.1"}