Viral Penemuan Mayat Duduk Bersila di Pantai Parangkusumo, Korban Tapa Pendem?

Mayat duduk bersila yang tinggal kerangka ditemukan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta. Ada yang menduga korban melakukan ritual tapa pendem. Tapi, ada juga yang menduga korban dibunuh.

Viral Penemuan Mayat Duduk Bersila di Pantai Parangkusumo, Korban Tapa Pendem?
Mayat yang diduga korban tapa pendem di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta. (Harianmerapi/Sukro Riyadi)
{"time":1632286072110,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Belakangan ini warga Yogyakarta digegerkan\ndengan ditemukannya mayat yang sudah tinggal dalam kondisi tinggal tengkorak di\nPantai Parangkusumo, Bantul. Yang lebih mengherankan, mayat ini berada dalam\nkondisi duduk bersila dan terkubur pasir. Apakah mayat ini adalah orang yang\nmelakukan tapa pendem?"}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Penemuan\nmayat ini terjadi pada Selasa (21/9/2021) pagi. Yang menemukannya adalah warga\nyang sedang mencari rumput untuk ternak. Saat itu, warga melihat tengkorak yang\nmasih memiliki rambut muncul dari pasir."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kalau\nmenurut keterangan anggota Polsek Kretek, Bantul Iptu Sumanta, saat kali\npertama ditemukan, yang terlihat hanyalah tulang tengkorak kepala dan leher."}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Awalnya\nwarga hanya menemukan kepalanya saja. Namun setelah dilakukan penggalian juga\nditemukan tulang kerangkanya,” ungkap Iptu Sumanta."}},"11":{"type":"ads"},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Usai\nmendapatkan laporan warga, petugas pun langsung meluncur ke lokasi dan\nmelakukan penggalan pada pasir pantai. Hasilnya, ditemukan mayat dalam posisi\nbersila dan memakai celana training kombinasi warna biru merah, berkaus merah,\ndan memakai sarung berwarna hitam."}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Ada\nkecurigaan kalau korban tewas karena melakukan aksi tapa pendem alias bertapa\ndengan ditimbun pasir. Namun, polisi belum bisa memastikannya, termasuk soal\napakah korban dibunuh dengan ditimbun pasir."}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Kami tidak\ntahu (soal ritual tapa pendem) kalau lokasinya memang kerap untuk ritual,” ujar\nIptu Sumanta."}},"15":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/17220/large/normal/cc088193-cc50-4f34-9930-30385c721c47__large.jpeg"},"caption":"Selain diduga korban tapa pendem, ada yang menduga korban dibunuh. (IdnTimes/Dok. SAR Satlinmas Wilayah III Bantul)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menariknya,\nSigit salah seorang anggota Komunitas Jeep Cemara Sewu justru yakin jika korban\ndibunuh. Alasannya, kalau ada yang tapa pendem, pasti bakal ada yang\nmenjaganya, meski satu orang."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Lokasi ini\nmerupakan jalur jeep wisata. Kami setiap hari melewati kawasan ini. Kalau itu meninggal\nkarena topo pendem pasti kami tahu. Jadi ada kemungkinan korban sengaja\ndibunuh,” ungkapnya, Selasa (21/9)."}},"18":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/wisata-semarang-sudah-dibuka-mari-awali-dengan-festival-kota-lama-nbsp","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/wisata-semarang-sudah-dibuka-mari-awali-dengan-festival-kota-lama-nbsp","type":"article","title":"Wisata Semarang Sudah Dibuka, Mari Awali dengan Festival Kota Lama! ","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"PPKM turun level, izin wisata Kota Semarang sudah diberikan. Festival Kota Lama pun bisa digelar offline yang dipusatkan di gedung Soesmans Kantoor.","image":"https://inibaru.id/media/17161/large/normal/42df2dd9-91ab-4bee-8e0b-1b7c6384e06d__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/17161/large/normal/42df2dd9-91ab-4bee-8e0b-1b7c6384e06d__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sementara\nitu, dokter yang bertugas di Puskesmas Kretek dr Herry Eka Saputra menyebut\nkorban diperkirakan sudah meninggal lebih dari sebulan. Namun, dia masih belum\nmemastikan jenis kelaminnya karena yang tersisa tinggal kerangkanya saja."}},"20":{"type":"header","data":{"text":"Buat Apa\nTapa Pendem?","level":2}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Ada yang\nmenyebut tapa pendem ini sebagai ritual warisan Sunan Kalijaga. Tujuan\norang-orang yang melakukannya adalah demi membuat kesaktian supranaturalnya\nmeningkat. Meski begitu, ada juga yang menyebut ritual ini sebagai salah satu\ncara untuk menahan diri dari kehidupan duniawi."}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Lantas,\nbagaimana melakukan ritual ini? Versinya ternyata cukup banyak, Millens. Namun, kebanyakan melakukannya\nseperti menjadi mayat yang dikubur, lengkap dengan berbagai ritual pemakaman."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sebagai\ncontoh, yang melakukannya bakal masuk di dalam liang lahat dengan lebar 1,5\nmeter dan kedalaman 3 meter. Nah, ritual ini bisa dilakukan hingga\nberhari-hari, lo, Millens."}},"24":{"type":"ads"},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Pada\nSeptember 2019 lalu, seorang laki-laki bernama Mbah Pani dari Desa Bendar,\nJuwana, Pati, Jawa Tengah melakukan ritual tapa pendem selama lima hari.\nAjaibnya, dia tetap hidup meski dikubur di dalam tanah selama itu. Mbah Pani\nbahkan disebut-sebut sudah berkali-kali melakukannya."}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Hm, kalau\nmenurut kamu, yang ditemukan di Pantai Parangkusumo ini karana tapa pendem atau\nkarena dibunuh, Millens? (Har/IB09/E05)"}}},"version":"2.15.1"}