Wajan Raksasa Zaman Belanda Ditemukan di Bantul, Buat Masak?

Warga geger dengan penemuan sebuah benda yang mirip wajan berukuran raksasa di Padukuhan Kretek, Kelurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Bantul. Usut punya usut, wajan tersebut merupakan peninggalan Belanda. Lalu apakah fungsinya juga sebagai alat masak seperti wajan pada umumnya?

Wajan Raksasa Zaman Belanda Ditemukan di Bantul, Buat Masak?
Banyak warga yang datang melihat wajan raksasa yang ditemukan di Bantul. (Tribunjogja/Santo Ari)
{"time":1630568898085,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Kalau kita mendengar kata wajan, tentu yang\nterbayang adalah kuali untuk menggoreng. Nah, baru-baru ini warga di Padukuhan Kretek,\nKelurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Bantul geger dengan penemuan sebuah\nbenda mirip wajan berukuran raksasa. Benda tersebut ditemukan saat petugas\nekskavator melakukan penggalian pada Selasa (31/8/2021) sore kemarin."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Penemuan benda berukuran nggak biasa itu membuat warga\nsetempat geger. Mereka berdatangan untuk melihat benda temuan itu. Nggak lupa,\nmereka berswafoto."}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Operator Eskavator pun menceritakan penemuan wajan besar\nitu. Secara nggak sengaja dia menemukannya pada Selasa (31/8/2021) sekitar\npukul 15.00 WIB. Waktu itu, alat beratnya menyentuh benda keras ketika tengah\nmenggali tanah."}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Wajan itu ada di kedalaman sekitar 3 meter,\" ujar\ndia, Rabu (1/9)."}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Karena benda tersebut berukuran besar, dia menggunakan\nekskavator untuk mengangkatnya."}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Rupanya, proses pengangkatan benda ini cukup sulit dan\nmembutuhkan waktu yang cukup lama. Beberapa pekerja mencoba menggali tanah-tanah\nyang di sekeliling wajan dengan perlahan agar nggak merusak wajan."}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Sekitar pukul 15.00 kami mulai gali dan bisa naik\nsekitar pukul 18.00,\" ujarnya."}},"15":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/hits/begini-cara-memberikan-watermark-di-data-ktp-sebelum-dibagikan","meta":{"url":"https://inibaru.id/hits/begini-cara-memberikan-watermark-di-data-ktp-sebelum-dibagikan","type":"article","title":"Begini Cara Memberikan Watermark di Data KTP Sebelum Dibagikan","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Kini, banyak data pribadi KTP yang disalahgunakan seperti dipakai untuk pinjaman online fiktif. Nah, biar kamu nggak mudah mengalami kebocoran data pribadi ini. Kasih deh watermark di data KTP Kamu. Begini caranya.","image":"https://inibaru.id/media/16957/large/normal/6cc5393b-4324-484e-8799-5e89375ebc1f__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16957/large/normal/6cc5393b-4324-484e-8799-5e89375ebc1f__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"16":{"type":"header","data":{"text":"Bukan untuk Memasak","level":2}},"17":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16969/large/normal/36919e77-54ba-4968-909a-09131357d676__large.jpg"},"caption":"Anak-anak ikut penasaran melihat wajan raksasa. (Ist via Yogyainews) ","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"Jika wajan pada umumnya untuk memasak, sepertinya nggak\ndemikian dengan wajan raksasa ini. Lurah Jambidan, Zubaidi menduga wajan\nraksasa tersebut adalah tempat untuk menampung air. Dugaan itu berdasarkan\ncerita orang tua. "}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Pada 1980-an, warga sempat pengin memfungsikan kembali wajan\ntersebut untuk mengaktifkan pompa air agar air dapat sampai ke Wirokerten."}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Namun pembangunannya mangkrak dan tidak bisa\ndifungsikan,\" paparnya."}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menurutnya wajan tersebut terbuat dari tembaga dengan\ndiameter sekitar 2,5 meter dan tingginya 1 meter. Kondisi wajan telah berkarat\nnamun masih sangat solid. Buktinya, ekskavator nggak sampai merusak benda itu."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Rencana akan dibersihkan dan dibuatkan monumen, di\nlapangan itu,\" ujar dia."}},"24":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/daringan-kesongo-kultur-rawapening-bersantai-dari-pagi-hingga-petang","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/daringan-kesongo-kultur-rawapening-bersantai-dari-pagi-hingga-petang","type":"article","title":"Daringan Kesongo Kultur Rawapening, Bersantai dari Pagi hingga Petang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Sensasi bersantap kuliner Nusantara di tengah persawahan dengan latar Merbabu dan Telomoyo menjadi pengalaman nggak terlupakan bagi siapa pun. Berlokasi pinggir Rawapening, kamu bisa bersantai dari pagi hingga petang di tempat bernama Daringan Kesongo Kultur ini. ","image":"https://inibaru.id/media/16871/large/normal/9a72442f-718f-406f-8cee-658dc3140331__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16871/large/normal/9a72442f-718f-406f-8cee-658dc3140331__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Setali tiga uang dengan Zubaidi, Supardi, penyewa tanah\nmeyakini jika itu adalah landasan pompa air milik Belanda. Jadi, dahulu lokasi\ntersebut disebut 'kompan' dan di sana dibangunlah pompa air untuk mengairi kebun\ntebu."}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dia juga mengaku nggak terkejut dengan penemuan wajan itu. Dia\nmenjelaskan, karena pompa air yang mau difungsikan kembali itu nggak terwujud, wajan tersebut kemudian akhirnya diuruk hingga terlupakan. "}},"27":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Akhirnya saat itu diuruk karena untuk jalan kaki\norang. Dulu kan jalannya di pinggirnya itu,\" ujarnya."}},"29":{"type":"paragraph","data":{"text":"Ternyata, tanah itu sudah secara turun temurun disewa oleh\nkeluarga Supardi. Jadi dia paham betul mengenai wajan tersebut."}},"30":{"type":"paragraph","data":{"text":"Hm, kalau kamu nemu wajan raksasa, mau dibikin apa, Millens?\n(Kum/IB21/E07)"}},"31":{"type":"paragraph","data":{"text":"·"}}},"version":"2.15.1"}