Becak-Becak di Semarang yang Terpaksa Dikayuh Menjauh

Becak-becak di Semarang terpaksa dikayuh kian menjauh lantaran nggak lagi diminati. Jalanan kota yang lebar justru menjadi sangat sempit bagi mereka, yang akhirnya gagal menyelamatkan profesi yang sudah digeluti sejak awal abad ke-20 itu.

Becak-Becak di Semarang yang Terpaksa Dikayuh Menjauh
Becak yang nggak lagi beroperasi dan diletakkan begitu saja di antara barang-barang nggak terpakai. (Inibaru.id/ Bayu N)
{"time":1636365739209,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id - Sore itu\nsaya tengah berkendara menapaki Jalan Dr Cipto Semarang ketika melihat beberapa becak terparkir di bahu jalan. Nggak ada dinaiki penumpang. Sebagian kereta tak berkuda itu hanya teronggok diduduki pengayuhnya, sedangkan sebagian lainnya kosong melompong."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Pikiran saya pun jadi terlempar jauh ke belakang. Kali terakhir saya naik becak sepertinya sudah lama sekali, mungkin pas saya dikhitan sekira 12 tahun silam. Saat itu belum ada ojek\nonline dan saya yang tertatih-tatih pasca-sunat memilih naik becak yang cenderung \"aman\" dibanding angkot atau bus."}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/cara-mudah-mengecek-keaslian-emas-menurut-penadah-perhiasan-di-kota-semarang","meta":{"url":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/cara-mudah-mengecek-keaslian-emas-menurut-penadah-perhiasan-di-kota-semarang","type":"article","title":"Cara Mudah Mengecek Keaslian Emas Menurut Penadah Perhiasan di Kota Semarang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Sama-sama berkilau, tapi nggak semua perhiasan yang terlihat 'asli' benar-benar terbuat dari emas. Lalu, gimana caa mudah mengecek keaslian emas? Simak penuturan penadah perhiasan di Kota Semarang ini, yuk!","image":"https://inibaru.id/media/16717/large/normal/a3e6cc89-cbdd-4640-9bbd-8a9423c42be5__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16717/large/normal/a3e6cc89-cbdd-4640-9bbd-8a9423c42be5__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kenangan itu bikin saya sedih, yang tahu-tahu sudah membuat saya berhenti di depan dua tukang becak yang agaknya tengah menunggu penumpang. Saya pun memperkenalkan diri. Sejurus kemudian saya tahu salah seorang dari mereka bernama Gondes. "}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saya tahu, Gondes bukanlah nama sebenarnya. Namun, lelaki yang suka mengenakan kacamata hitam itu memang biasa disapa demikian. Sebentar berbasa-basi, dari Gondes saya tahu bahwa profesi tukang becak sangatlah mengenaskan saat ini."}},"12":{"type":"ads"},"13":{"type":"header","data":{"text":"Terdesak Ojek Daring","level":2}},"14":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16131/large/normal/dd6f13bb-89a0-47ab-a02a-aa03bd595af1__large.jpg"},"caption":"Banyak tukang becak menghabiskan waktu dengan menunggu penumpang di pinggir jalan. (Inibaru.id/ Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Tanpa bertanya pun saya bisa melihatnya. Berbeda dengan zaman ketika saya dikhitan dan sebelum-sebelumnya, sepertinya kendaraan pribadi sudah lebih mudah ditemui sekarang, yang tentu saja membuat profesi tukang becak kurang diminati. Gondes pun membenarkan hal tersebut."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menurutnya, orang-orang\nlupa pada becak karena sudah punya kendaraan sendiri. Kondisi tersebut, lanjutnya, kian diperparah setelah kemunculan ojek daring."}},"17":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/hewan-peliharaan-eksotis-teman-bermain-yang-bisa-jadi-ladang-bisnis","meta":{"url":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/hewan-peliharaan-eksotis-teman-bermain-yang-bisa-jadi-ladang-bisnis","type":"article","title":"Hewan Peliharaan Eksotis, Teman Bermain yang Bisa Jadi Ladang Bisnis","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Kecintaan pada tarantula dan sugar glider membuka mata Neo bahwa hewan peliharaan eksotis bisa jadi ladang bisnis, nggak sekadar teman bermain dan curhat. ","image":"https://inibaru.id/media/15938/large/normal/85566353-125d-4da7-a9b9-3d16c7c3c94c__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/15938/large/normal/85566353-125d-4da7-a9b9-3d16c7c3c94c__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Dulu saya\nbisa dapat Rp 70 ribu dalam sehari, Mas,\" kenang Gondes dengan muka masam. \"Sekarang, boro-boro segitu, dapat satu penumpang saja\nsudah bersyukur.”"}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saya sempat berpikir, becak nggak lagi relevan, utamanya di kota besar, lantaran kendaraan kayuh tersebut kurang gesit dan memakan tempat. Di tengah modernitas zaman yang menuntut kecepatan dan efisiensi ruang, becak tentu saja bakal tersingkir dan terbuang."}},"20":{"type":"header","data":{"text":"Tersingkir Berkali-kali","level":2}},"21":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16132/large/normal/080e5b0d-227b-4f9d-b328-e11dd1813acd__large.jpg"},"caption":"Bahkan, beberapa becak tampak mengonggok di pinggir jalan. (Inibaru.id/ Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kalau kamu perhatikan, larangan tukang becak beroperasi di sejumlah ruas jalan protokol kota besar bukan lagi isapan jempol. Padahal, moda darat yang konon namanya diambil dari bahasa Hokkien be chia yang berarti \"kereta kuda\" itu pernah begitu diminati pada era penjajahan Jepang di Nusantara."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nggak ada yang tahu pasti kapan becak mulai muncul di Indonesia. Namun, Lea Jellinek dalam Seperti Roda Berputar menulis, becak didatangkan dari Singapura dan Hongkong ke Batavia pada 1930-an. Namun, Djawa Sinbun terbitan 1943 mengklaim becak justru didatangkan dari Makassar ke Batavia."}},"24":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sempat dilarang beroperasi pada zaman kolonialisme Hindia-Belanda karena kurang aman dan bikin macet, becak justru menjadi alat transportasi paling masyhur pada era pendudukan Jepang. Pamor si roda tiga itu terus meningkat hingga era kemerdekaan."}},"25":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/tanaman-hias-indoor-trik-memilih-dan-merawatnya","meta":{"url":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/tanaman-hias-indoor-trik-memilih-dan-merawatnya","type":"article","title":"Tanaman Hias Indoor; Trik Memilih dan Merawatnya","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Tumbuhan identik dengan jangkauan sinar matahari. Namun, belakangan banyak tanaman hias indoor yang diminati masyarakat. Dengan penanganan yang agak berbeda dengan pada umumnya, inilah trik memilih dan merawat mereka.","image":"https://inibaru.id/media/16126/large/normal/734c8c26-a21a-4151-b596-38066e0b6dc7__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16126/large/normal/734c8c26-a21a-4151-b596-38066e0b6dc7__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Namun, jumlah becak mulai dibatasi di Jakarta pada 1966 karena jumlahnya terlalu banyak. Nggak lama kemudian bajaj dan helicak didatangkan untuk menggantikan si roda tiga tanpa mesin ini. Pada 1988, becak resmi dilarang di ibukota karena alasan nggak manusiawi."}},"27":{"type":"paragraph","data":{"text":"Berkali-kali becak tersingkir dari jalanan, tapi entah kenapa tukang becak terus saja muncul di sudut-sudut kota dan selalu mempunyai pelanggan. Namun, agaknya tidak untuk sekarang, lantaran kali ini mereka tergerus bukan karena peraturan, tapi posisi yang telah tergantikan."}},"28":{"type":"header","data":{"text":"Angin yang Berhenti Berembus","level":2}},"29":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16147/large/normal/d13bc331-bc73-4666-a308-97ebc2f4c2e4__large.jpg"},"caption":"Di jalan Indragiri, Mlatibaru, kota Semarang masih terdapat penitipan dan penyewaan becak. (Inibaru id/ Audrian F)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"30":{"type":"paragraph","data":{"text":"Masih lekang dalam ingatan Gondes betapa mudahnya mendapat penumpang pas awal-awal menjadi tukang becak. Dia mengaku nggak perlu berkeliling kota untuk\nmencari penumpang. Para pelanggan inilah yang bakal menyambangi pangkalan mereka."}},"31":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sayangnya, angin kini telah berhenti berembus. Kini, mereka harus berkeliling menjemput bola jika pengin dapat penghasilan. Itu pun belum tentu dinaungi keberuntungan. Menurut Gondes, dalam sehari dapat satu penumpang saja dia sudah sangat bersyukur."}},"32":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/kerlip-becak-lampu-simpang-lima-pada-musim-hujan-tetap-urup-biar-urip","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/kerlip-becak-lampu-simpang-lima-pada-musim-hujan-tetap-urup-biar-urip","type":"article","title":"Kerlip Becak Lampu Simpang Lima pada Musim Hujan: Tetap Urup Biar Urip!","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Pandemi Covid-19 sempat membuat gerak mereka dibatasi. Lalu, kebijakan diperlonggar. Belum lama beroperasi lagi, kerlip becak lampu Simpang Lima ini harus kembali meredup karena musim hujan tiba. Masihkah hujan menjadi berkah bagi mereka?","image":"https://inibaru.id/media/13654/large/normal/b5830022-db97-4f98-91f6-e953476d7840__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/13654/large/normal/b5830022-db97-4f98-91f6-e953476d7840__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"33":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Sekarang teman juga sudah banyak yang memilih pensiun. Ya mau bagaimana lagi; seret!” tutur Gondes. Matanya agak berkaca-kaca."}},"34":{"type":"paragraph","data":{"text":"Yap, pekerjaan sebagai tukang becak memang sesulit itu. Kendati demikian, dia nggak mau menyerah. Meski nggak terlalu banyak, Gondes meyakini masih banyak kalangan yang akan memakai jasanya, semisal untuk mengantar orang yang mau ke pasar atau mengangkut barang."}},"35":{"type":"header","data":{"text":"Tak Punya Pilihan","level":2}},"36":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16148/large/normal/916bef35-1fb3-41e8-a99d-aae9241080b6__large.jpg"},"caption":"Lantaran banyak tukang becak yang memutuskan berhenti atau berganti profesi, banyak becak di persewaan ini yang nggak terurus. (Inibaru.id/ Audrian F)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"37":{"type":"paragraph","data":{"text":"Gondes dkk bukannya nggak mau keluar dari profesi sebagai tukang becak. Dia mengaku pengin menyudahi pekerjaan yang kurang menjanjikan itu. Namun, dia sudah tua dan nggak ada pekerjaan lain yang memungkinkan untuk dia pegang saat ini."}},"38":{"type":"paragraph","data":{"text":"Hal serupa juga diungkapkan Junaidi,\nrekan sejawat Gondes. Dia menyadari, pekerjaan sebagai tukang becak sudah nggak lagi bisa diharapkan. Dia melihat sendiri gimana tempat persewaan becak yang dulu bertebaran di Kota Semarang kini mulai redup."}},"39":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/penitipan-dan-jalan-sunyi-para-penarik-becak-di-kota-semarang","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/penitipan-dan-jalan-sunyi-para-penarik-becak-di-kota-semarang","type":"article","title":"Penitipan dan Jalan Sunyi Para Penarik Becak di Kota Semarang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Bertandang ke penampungan becak di Jalan Indragiri, Mlatibaru, Kota Semarang, saya bisa melihat mereka yang begitu bersemangat bekerja, menarik si kereta angin beroda tiga, meski keberadaan mereka mungkin sudah nggak lagi diinginkan di jalan raya. ","image":"https://inibaru.id/media/11767/large/normal/3dace696-b5b6-4c84-8cc9-736a18da98ca__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/11767/large/normal/3dace696-b5b6-4c84-8cc9-736a18da98ca__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"40":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Tempat sewa (becak) mulai gulung tikar,\" tutur Junaidi, menceritakan sejumlah tempat sewa becak di Kota Lunpia yang dulu jadi andalan para penarik becak yang nggak punya becak. \"Mereka sekarang memilih ngejualnya dengan harga murah.\""}},"41":{"type":"paragraph","data":{"text":"Seperti Gondes, dia juga pengin mengubah nasib dengan meninggalkan profesi pengayuh si roda tiga ini. Namun, usianya yang sudah cukup tua untuk mencari pekerjaan lain. Nggak hanya dirinya, sebagian besar tukang becak yang bertahan di Semarang juga mengalami nasib serupa."}},"42":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Kalau nggak 'narik' ya nggak ada pekerjaan lain. Kami sudah tua, susah menemukan pekerjaan lain,\" ucapnya lirih, yang hanya bisa saya timpali dengan anggukan kepala."}},"43":{"type":"ads"},"44":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menjelang Magrib, dengan gontai saya kembali ke tempat parkir. Di atas kendaraan, saya sempat berhenti sembari melihat dari kejauhan para tukang becak yang sedang \"mangkal\" tersebut, berharap ada 1-2 orang yang akan naik becak. Namun, penantian itu sia-sia."}},"45":{"type":"paragraph","data":{"text":"Apakah kisah becak-becak di Semarang tersebut bakal benar-benar berakhir kali ini? Ah, sedih membayangkan moda darat penuh kenangan itu lenyap dari pandanga! (Bayu N/E03)"}},"46":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/hits/mengenal-rohana-kudus-wartawati-pertama-indonesia-dari-tanah-minang","meta":{"url":"https://inibaru.id/hits/mengenal-rohana-kudus-wartawati-pertama-indonesia-dari-tanah-minang","type":"article","title":"Mengenal Rohana Kudus, Wartawati Pertama Indonesia dari Tanah Minang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Presiden Joko Widodo memberi gelar pahlawan nasional kepada Rohana Kudus, wartawati pertama di Indonesia pada Jumat (8/11). Selain berkiprah di dunia jurnalistik, Rohana juga mendirikan sekolah ketrampilan untuk perempuan pribumi.","image":"https://inibaru.id/nuploads/46/rohana%20kudus.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/nuploads/46/rohana%20kudus.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}}},"version":"2.15.1"}