Diburu Penjajah di Zaman Kolonial, Kini Lada Hitam Diekspor Langsung dari Rumah

Dulu, bangsa Barat sampai datang jauh-jauh dan menjajah Indonesia demi rempah-rempah seperti lada hitam. Kini, lada hitam diekspor langsung dari rumah-rumah di Indonesia. Bagaimana caranya, ya?

Diburu Penjajah di Zaman Kolonial, Kini Lada Hitam Diekspor Langsung dari Rumah
Lada hitam kini bisa diekspor langsung dari rumah. (Flickr/ david pacey)
{"time":1635478175112,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Alasan utama mengapa dulu penjajah di zaman\nkolonial sampai datang ke Indonesia adalah berburu rempah-rempah. Nah, pada\nsaat itu, salah satu yang paling dicari adalah lada hitam. Menariknya, kini\nbangsa Barat tetap bisa berburu rempah seperti lada hitam lo. Caranya\nadalah dengan memakai ekspor impor."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Salah satu\nwilayah yang memproduksi lada hitam adalah Lampung. Sebagaimana di\ntempat-tempat lain saat zaman kolonial, lada hitam di sana juga dulu jadi\nburuan bangsa Barat. Setelah Indonesia merdeka, lada hitam lambat laun seperti\ndilupakan oleh petani. Namun, kini popularitasnya kembali melejit. Banyak\npetani yang bahkan ‘mengekspornya’ langsung dari rumah."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Lampung\ndulu dikenal sebagai tanah lado, sentra penghasil lada di Nusantara, sudah\nterkenal sejak zaman kolonial,” terang Kepala Balai Karantina Pertanian Lampung\nMuh Jumadh di acara Bimbingan Teknis Ekspor Lada Hitam dan Hortikultura di\nLampung Utara, kamis (28/10/2021)."}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sayangnya,\nbanyak petani yang menganggap lada hitam kurang menjanjikan. Biasanya sih\nalasan utama mereka enggan menanamnya adalah sulitnya menjual lada hitam.\nPadahal, potensi dari lada hitam, khususnya di pasar internasional, cukup\nbesar."}},"11":{"type":"ads"},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nggak\npercaya? Balai Karantina Pertanian Lampung mencatat kalau pada 2019 saja,\njumlah ekspor lada hitam dari provinsi ini mencapai 15,6 ribu ton. Jumlah ini\njauh lebih banyak dari yang tercatat di Tanjung Priok, Jakarta yang hanya 12,3\nribu ton, Makassar 6,7 ribu ton, serta Surabaya yang hanya 4,6 ribu ton."}},"13":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/17624/large/normal/abe54542-7668-48db-8ed2-ab5a605768ac__large.jpg"},"caption":"Ekspor lada hitam dari Indonesia ke luar negeri cukup menjanjikan. (Flickr/\n\nCristian Ungureanu)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"Bahkan,\npada Januari sampai Mei 2021, sudah ada 7.000 ton lada hitam yang\ndiekspor. Naik drastis dari hanya 3.606 ton yang diekspor pada Januari – Mei 2020.\nPadahal, angka ini hanya berasal dari para eksportir besar."}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah, Jumadh\ningin para petani bisa mengekspornya secara langsung. Apalagi, kini\npetani bisa memasarkannya secara daring cukup dengan ponsel atau gawai lainnya.\nEkspornya pun nggak harus besar. Bisa beberapa kilogram saja, Millens."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Hanya,\nJumadh juga ingin para petani mengetahui lada seperti apa yang kualitasnya\nditerima di pasar internasional. Intinya sih, kalau lada hitam yang diekspor\nmemuaskan, tentu ekspor bisa terus berlanjut."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Ketika\nsudah ada jaminan kualitas, bisa saja diberikan keterangan, lada hitam Lampung\npaling pedas, why not? Ini kan branding,” ujar ahli digital marketing\nAndy Narendra."}},"18":{"type":"ads"},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Balai\nKarantina Pertanian Lampung pun sedang gencar melakukan sertifikasi kualitas\npara petani pemroduksi lada hitam yang bisa jadi calon pengekspor. Tujuannya,\ntentu saja lada hitam Lampung bisa semakin Berjaya dan laris manis di pasar\ninternasional."}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Semoga saja\nkita bisa kembali Berjaya dengan rempah-rempah khas Indonesia, ya Millens. Apalagi, kini kita bisa menjualnya dengan mudah. Kamu tertarik untuk mencobanya, nggak, nih? (Kom/IB09/E05)"}}},"version":"2.15.1"}