Menjual Wayang Kulit di Media Sosial, Cara Promosi Pengrajin Wayang Kekinian

Menjual wayang kulit di media sosial menjadi cara promosi yang menarik. Kendati pengrajin wayang di era sekarang kurang diperhitungkan, para pembeli terus saja berdatangan. 

Menjual Wayang Kulit di Media Sosial, Cara Promosi Pengrajin Wayang Kekinian
Wayang kreasi buatan Ekky yang menempel pada pakeliran. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)
{"time":1630466951939,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Putranda Ekky Prananda tampak serius dengan pekerjaannya saat saya berkunjung ke rumahnya di Pudakpayung, Kota Semarang, belum lama ini. Setelah mempersilakan saya duduk, dia kembali bersila di depan sebuah meja kecil berbentuk bulat."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Sebentar ya, Mas!\" ujar Ekky, sapaan akrab pengrajin wayang tersebut."}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/tradisinesia/membuat-dan-merawat-wayang-tak-semudah-yang-dibayangkan","meta":{"url":"https://inibaru.id/tradisinesia/membuat-dan-merawat-wayang-tak-semudah-yang-dibayangkan","type":"article","title":"Membuat dan Merawat Wayang Tak Semudah yang Dibayangkan","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Dari wayang berbahan kertas karton, pengrajin wayang asal Semarang ini sekarang sudah beralih ke kulit kerbau agar sesuai pakem wayang kulit untuk pertunjukan. Motifnya yang warna-warni dan selalu berbeda juga membuat wayang bikinannya laris manis diburu kolektor.  ","image":"https://inibaru.id/media/16820/large/normal/57d82e54-33bb-46c2-8ab5-e91908555126__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16820/large/normal/57d82e54-33bb-46c2-8ab5-e91908555126__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sejurus kemudian, kedua matanya sudah kembali tertuju pada pola wayang di selembar kulit kerbau di atas pandukan, semacam talenan untuk landasan menatah. Tangan kanan Ekky menggenggam ganden, semacam palu kayu besar, sedangkan yang kiri memegang tatah berbentuk bilah besi berujung runcing."}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sebetulnya, saya nggak menyangka bakal bertemu pengrajin wayang semuda ini. Umurnya baru 23 tahun, tapi dia tampak sudah lihai menatah wayang. Terang saja, berdasarkan pengakuan Ekky, dirinya sudah membuat wayang sejak belasan tahun silam."}},"12":{"type":"ads"},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kesukaan Ekky pada dunia pewayangan bahkan sudah dimulai sejak balita. Dia yang kerap diajak menonton pergelaran wayang oleh kakek dan bapaknya mulai mengoleksi wayang setelahnya. Namun, lantaran harganya mahal, dia pun memutuskan membuat wayang sendiri saat duduk di kelas 4 SD."}},"14":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Awal-awal (membuat), bikin model\nkreasi, bahan wayang, sandangan (pakaian dan atribut), dan gagrak (kekhasan badan),\" ungkap lelaki yang masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Semarang itu. \"Sejak SMA baru seusai pakem dalang untuk pergelaran.”"}},"15":{"type":"header","data":{"text":"Kekuatan Media Sosial","level":2}},"16":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16827/large/normal/d0bb569f-93ca-4de7-b3d6-e8d57d339dd0__large.jpg"},"caption":"Ekky tampak memegang wayang buatannya untuk mengecek kelenturan kulit dan gapit yang menempel. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menyukai dunia pewayangan pada era modern seperti sekarang ini tentu menjadi sebuah anomali. Kendati ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, kesenian yang konon sudah ada sejak abad ke-4 tersebut bukanlah pergelaran populer. Nggak banyak lagi yang menanggap wayang sekarang."}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"Namun, rupanya hal itu nggak menyurutkan minat Ekky untuk menggemari wayang kulit, lalu mulai membuat sendiri, hingga akhirnya memutuskan menjual dan menerima pesanan untuk hasil karyanya tersebut."}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kendati yang dia jual adalah produk \"klasik\" yang nggak populer bagi masyarakat kiwari, bukan berarti cara berjualannya juga konvensional. Ekky justru menggunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai media promosi utamanya."}},"20":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/inspirasi-indonesia/pengrajin-wayang-gen-z-ekky-prananda-saya-menonton-membuat-dan-melestarikan","meta":{"url":"https://inibaru.id/inspirasi-indonesia/pengrajin-wayang-gen-z-ekky-prananda-saya-menonton-membuat-dan-melestarikan","type":"article","title":"Pengrajin Wayang Gen-Z, Ekky Prananda: Saya Menonton, Membuat, dan Melestarikan","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Sering diajak menonton pergelaran wayang sejak balita, Ekky Prananda sudah bisa membuat wayang sendiri saat duduk di bangku kelas 4 SD. Kini, lelaki berusia 23 tahun itu dikenal sebagai pengrajin wayang gen-z yang karya-karyanya sangat diminati para kolektor dalam negeri dan mancanegara.","image":"https://inibaru.id/media/16817/large/normal/3e6820c5-5533-4946-b3ae-8ea90fb7c5cc__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16817/large/normal/3e6820c5-5533-4946-b3ae-8ea90fb7c5cc__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Pembeli kebanyakan malah tahu saya dari Facebook, Instagram, dan Youtube. Kadang ada yang tahu setelah baca berita tentang saya,\" kelakar lelaki berkumis tipis ini. \"Oya, getuk tular (promosi dari mulut ke mulut) juga jadi andalan.\""}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Wayang Ekky dijual mulai Rp\n750 ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung detail dan tingkat kesulitannya, ukuran, dan berapa buah wayang yang dipesan."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Paling murah wayang\nversi perempuan yang memakai emas foil atau yang sering dibilang grenjeng. Kalau wayang\nperempuan warna emas asli (food grade) kurang lebih Rp 2 jutaan,” bebernya."}},"24":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16828/large/normal/2c09763d-7a9e-4b2c-9989-1345c78ef625__large.jpg"},"caption":"Berbagai macam wayang buatan Ekky. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sementara, untuk wayang laki-laki dengan emas\nasli, Ekky membanderolnya dengan harga lebih dari Rp 2 juta, sedangkan yang menggunakan foil dimahar Rp 1,5 juta. Harga ini jauh berbeda kalau wayang itu untuk pajangan, biasanya sepaket wayang berukuran besar dalam figura, yang bisa mencapai puluhan juta rupiah."}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Untuk dalang dan kolektor, saya buatkan yang standar pergelaran, pakai kulit. Berbeda dengan untuk instansi atau cinderamata yang biasanya saya buatkan pakai kardus karena cuma untuk pajangan,” terangnya."}},"27":{"type":"paragraph","data":{"text":"Ekky mengaku, dirinya lebih suka kalau wayangnya\ndibeli dalang karena berarti buah karyanya tersebut bakal benar-benar dipakai, nggak sekadar dipajang. Namun dia juga\nnggak akan menolak kalau ada kolektor yang membeli, karena baginya, mereka akan melestarikan\nbudaya juga."}},"28":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/sosok-wayang-di-lembaran-kulit-cara-kumoro-lestarikan-budaya-jawa","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/sosok-wayang-di-lembaran-kulit-cara-kumoro-lestarikan-budaya-jawa","type":"article","title":"Sosok Wayang di Lembaran Kulit, Cara Kumoro Lestarikan Budaya Jawa","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Melukis bisa dilakukan dengan alas apa saja. Namun, lelaki asal Kendal ini memilih kulit kambing sebagai kanvasnya. Sosok wayang menjadi objeknya.","image":"https://inibaru.id/media/16762/large/normal/32700d12-07b9-4e8c-8e82-bee38e6367ad__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16762/large/normal/32700d12-07b9-4e8c-8e82-bee38e6367ad__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"29":{"type":"paragraph","data":{"text":"Selama menekuni profesi sebagai pengrajin wayang, Ekky mengungkapkan, para pelanggannya nggak hanya datang dari pasar lokal. Dia juga sering melayani pembelin dari luar pulau dan mancanegara."}},"30":{"type":"paragraph","data":{"text":" “Untuk luar Jawa, paling jauh Palembang, karena di sana banyak dalang juga. Kalau ke luar negeri ada banyak, mulai Jerman, Korea, hingga Meksiko,” tuturnya semringah, lalu tertawa senang sembari merapikan peralatan tatah di hadapannya yang mungkin berjumlah sekitar 20-an buah."}},"31":{"type":"paragraph","data":{"text":"Hm, obrolan panjang yang menyenangkan. Saya sejatinya bisa lebih lama di sana, sayangnya nggak memungkinkan. Menjelang pamitan, Ekky masih sempat bercerita bahwa suatu ketika ada dalang asli Semarang yang datang ke tempatnya dan mengatakan bahwa dia bersyukur di Semarang ada pengrajin wayang."}},"32":{"type":"ads"},"33":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Sebelum bertemu saya, dalang itu mengaku membeli wayang di sekitar Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo,\" tandasnya."}},"34":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dari sorot mata Ekky, saya bisa melihat betapa bangganya lelaki muda itu kini. Entah sudah berapa banyak yang mencibirnya, tapi agaknya dia sekarang bisa membusungkan dada atas pencapaian yang didapatkannya ini. Selamat, Ekky! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)"}},"35":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/daringan-kesongo-kultur-rawapening-bersantai-dari-pagi-hingga-petang","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/daringan-kesongo-kultur-rawapening-bersantai-dari-pagi-hingga-petang","type":"article","title":"Daringan Kesongo Kultur Rawapening, Bersantai dari Pagi hingga Petang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Sensasi bersantap kuliner Nusantara di tengah persawahan dengan latar Merbabu dan Telomoyo menjadi pengalaman nggak terlupakan bagi siapa pun. Berlokasi pinggir Rawapening, kamu bisa bersantai dari pagi hingga petang di tempat bernama Daringan Kesongo Kultur ini. ","image":"https://inibaru.id/media/16871/large/normal/9a72442f-718f-406f-8cee-658dc3140331__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16871/large/normal/9a72442f-718f-406f-8cee-658dc3140331__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}}},"version":"2.15.1"}