Berdoa di Kelenteng Hoo Hok Bio Pecinan Semarang

Kelenteng Hoo Hok Bio menjadi salah satu tempat ibadah warga Tionghoa di Pecinan Semarang. Kelenteng ini memang memiliki tradisi yang khas.

Berdoa di Kelenteng Hoo Hok Bio Pecinan Semarang
Interior Kelenteng Hoo Hok Bio. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Inibaru.id – Kelenteng selain sebagai tempat ibadah, juga berfungsi sebagai tempat berdoa bagi umat yang mempercayai Tridharma atau istilah untuk ajaran agama Buddha, Tao, dan Konghucu. Di setiap kelenteng terdapat rupang yang berbentuk patung-patung dewa dewi yang membawa ajaran-ajaran suci.

Pada hari Kamis (9/1), saya berkunjung ke salah satu kelenteng yang ada di kawasan Pecinan Semarang bernama Hoo Hok Bio. Sebagaimana kelenteng pada umumnya, letak kelenteng nggak jauh dari pasar, tepatnya di dekat Pasar Tradisional Gang Baru.

Di sana saya melihat seorang laki-laki yang datang ke kelenteng tengah melakukan tradisi “pai”. Yaitu ketika kedua tangan mengepal di depan dada yang dilakukan oleh orang Tionghoa ketika memberikan penghormatan. Saya perhatikan tangan kanannya dibungkus tangan kiri.

Rupang yang berada di ruang utama kelenteng. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Ketika memberikan penghormatan pada status yang lebih tinggi, tangan dikepalkan di atas dada atau depan wajah. Berbeda dengan yang statusnya sederajat dengan tinggi tangan setara dada dan untuk yang statusnya lebih rendah tangan di bawah dada.

Di Hoo Hok Bio pula saya bertemu dengan seorang perempuan Tionghoa bernama Yang. Kulitnya yang putih telah banyak mengkerut karena usia. Dia berjalan dengan sedikit membungkuk dan menyapa saya yang kala itu asyik menelusuri indahnya interior kelenteng.

Setelah berkenalan, Yang memberi tahu saya terkait pengalamannya. Dahulu dia pernah punya penyakit, lalu dia berdoa pada Kongco (leluhur) yang menunggu kelenteng dan dia diberi kesembuhan lewat berbagai jalan.

Keterangan di atas marmer bertulis mandaris. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Yang menjelaskan, dalam berdoa dan beribadah pun memiliki tradisinya sendiri yang menandakan apakah sebuah doa diterima atau nggak. “Berdoa pada Kongco, minta kesembuhan, minta jodoh juga bisa. Nanti ada tandanya apakah diterima atau ditolak,” kata Yang. Wah!

Fyi, di Kelenteng Hoo Hok Bio ada bakti sosial dengan pemberian makan siang gratis lo, Millens. Yang mengatakan agenda itu sangat sering dilakukan. Agenda dilakukan sekitar pukul 11 siang dan kebetulan siang itu hampir pukul 11, Yang mengajak saya sekalian makan.

Relief orang-orang suci di kelenteng. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Satu per satu orang-orang yang bekerja sebagai buruh gendong, pengemis, lansia, dan warga kurang mampu berdatangan. Siang itu menunya tahu campur, kalau bagi saya mirip tahu kopyok.

Ketika makan bersama tersebut, entah kenapa saya seperti merasa mendapatkan berkah. Makanan terasa lebih nikmat dan hati saya trenyuh menyaksikan apa yang terjadi di depan saya. Sungguh, nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan, Millens. Kamsia-kamsia! (Isma Swastiningrum/E05)