Gelombang Baru Para Pengisap Tembakau di Kota Semarang

Para pengisap tembakau di Kota Semarang memasuki gelombang baru. Nggak lagi didominasi orang tua, tembakau dalam bentuk rokok tingwe ini justru digandrungi anak muda.

Gelombang Baru Para Pengisap Tembakau di Kota Semarang
Belakangan, banyak anak muda yang mulai tertarik untuk mencoba rokok lintingan. (Inibaru.id/ Bayu N)
{"time":1631260904234,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id - Suatu ketika, seorang teman yang merupakan perokok berat mampir ke tempat saya. Alih-alih mengeluarkan rokok kretek dari sebuah jenama terkenal kesukaannya, dia malah mengambil seplastik tembakau kering dan kertas rokok yang biasa disebut papir. Sejurus kemudian, dia menjemba sejumput tembakau, meletakkannya di atas papir, lalu mencoba melintingnya. "}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dia tampak kesulitan melinting rokok \"swakarya\" yang kerap disebut tingwe tersebut. Mungkin karena baru pemula. Saat berhasil melinting sebatang rokok pun hasilnya nggak bisa dibilang memuaskan. Namun, sebuah ekspresi kepuasan terlihat betul di mukanya."}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/kulinary/mukti-cafe-dan-siasat-mengenalkan-tembakau-nusantara-di-kalangan-anak-muda","meta":{"url":"https://inibaru.id/kulinary/mukti-cafe-dan-siasat-mengenalkan-tembakau-nusantara-di-kalangan-anak-muda","type":"article","title":"Mukti Cafe dan Siasat Mengenalkan Tembakau Nusantara di Kalangan Anak Muda","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Mukti Café menyimpan satu misi yang cukup serius: Mengenalkan tembakau Nusantara di kalangan anak muda. Apa saja yang mereka lakukan?","image":"https://inibaru.id/media/16938/large/normal/4a184cea-2e3a-45a0-95bb-9f044c5b6e91__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16938/large/normal/4a184cea-2e3a-45a0-95bb-9f044c5b6e91__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menyaksikan kerempongan ini saya jadi paham, tingwe atau ngelinting dewe (melinting sendiri) bukan sekadar rokok yang diisap lalu keluar asap. Bagi sebagian orang, ada proses menarik di dalamnya yang nggak bakal didapatkan saat mereka menyesap rokok pabrikan."}},"11":{"type":"paragraph","data":{"text":"Mungkin, ini pula alasan mengapa kios tembakau yang menjamur di berbagai tempat dalam dua tahun terakhir nggak pernah sepi pembeli. Seperti coffee shop yang disambangi karena jenis kopi dan proses pembuatannya yang menarik, kios tingwe juga menawarkan \"kesenangan lain\" yang lebih besar dari sekadar ngudud."}},"12":{"type":"ads"},"13":{"type":"header","data":{"text":"Tren Baru yang Lawas","level":2}},"14":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16950/large/normal/aadf6a20-f347-4fb4-8737-602b75e81f03__large.jpg"},"caption":"Kalau dihitung-hitung, menggunakan tembakau bisa jauh menghemat pengeluaran dibandingkan membeli rokok pabrikan. (Inibaru.id/ Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"15":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sebelum rokok pabrikan membanjiri pasar Indonesia seperti saat ini, masyarakat kita diyakini sudah menikmati tembakau sebagai rokok sejak abad ke-19. Bahkan, naskah Babad Tanah Jawi yang dibuat sebelum abad ke-18 telah menyebutkan rokok, yang disebut sebagai klobot, di dalamnya."}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Bukan dengan papir sebagaimana ditemukan di Prancis pada 1830, rokok di Indonesia dilinting dengan kulit jagung atau klobot dengan tambahan cengkih. Rokok yang biasa disebut kretek ini dibuat secara manual alias tingwe, bukan buatan mesin seperti yang diproduksi masal di Eropa."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Jenama rokok Tjap Bal Tiga yang dikembangkan Nitisemito pada awal abad ke-20 kemudian menjadi ihwal mula perkembangan industri rokok di Tanah Air. Namun, kemudahan menikmati rokok pabrikan ini kemudian justru membuat pamor tingwe meredup. "}},"18":{"type":"paragraph","data":{"text":"Tanpa mengesampingkan orang-orang yang setia melinting rokok sendiri, isu tingwe setahu saya baru muncul saat rokok pabrikan dari luar negeri membombardir ke Indonesia. Sebagian orang \"melawan\" dengan membeli kretek lokal, sedangkan sisanya beralih ke tingwe."}},"19":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/inspirasi-indonesia/petik-merah-di-tengah-rangkaian-mata-rantai-kopi-temanggung","meta":{"url":"https://inibaru.id/inspirasi-indonesia/petik-merah-di-tengah-rangkaian-mata-rantai-kopi-temanggung","type":"article","title":"‘Petik Merah’ di Tengah Rangkaian Mata Rantai Kopi Temanggung","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Bukan sekadar meneruskan usaha keluarga,\nkepulangan Cahyo juga bertujuan untuk mengembangkan metode ‘petik merah’ bagi\npara petani sekaligus mencoba menjadi bagian yang menguatkan mata rantai kopi\nTemanggung.","image":"https://inibaru.id/media/17016/large/normal/e7ae1b60-2267-4458-963f-5c4f0b6e3d7f__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/17016/large/normal/e7ae1b60-2267-4458-963f-5c4f0b6e3d7f__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dua tahun terakhir, tingwe kian meningkat pamornya. Alasannya, harga rokok kemasan semakin melambung tinggi. Tren ini mencuat dengan \"tampilan\" yang lebih baru; kios tembakaunya modern, pemiliknya juga rata-rata masih tergolong muda."}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Ngabdullah Radika, pengelola sebuah tobacco-cafe di kawasan Pecinan Semarang Mukti Café mengatakan, dirinya mengaku gembira dengan tren tembakau yang melonjak di Indonesia. Belasan tahun menikmati rokok tingwe, dia tahu betul gimana perkembangan tembakau di Tanah Air."}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Kalau saya bisa bilang, ini mulai masuk gelombang baru tembakau,\" terang pemuda yang mendirikan kafe yang memadukan kecintaan orang pada kopi dengan tembakau tersebut. \"Sebelum ini, setahu saya penikmat tembakau ya nggak jauh-jauh dari orang tua.”"}},"23":{"type":"header","data":{"text":"Mulai Diminati Anak Muda","level":2}},"24":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16953/large/normal/0a6b470b-beaa-4947-80cd-819626cc9433__large.jpg"},"caption":"Dengan menggunakan tembakau original, kamu secara nggak langsung turut membantu menyejahterakan para petani tembakau, lo! (Inibaru.id/ Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"25":{"type":"paragraph","data":{"text":"Bertahun-tahun menikmati rokok tingwe, Radika mulai berpikir untuk memperkenalkan \"budaya\" Nusantara itu ke khalayak, khususnya anak muda. Inilah yang kemudian menjadi latar belakang lahirnya Mukti Café."}},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Setelah \"merayu\" pemilik bangunan tempat dia biasa membeli tembakau, Mukti berdiri pada 2014. Berbagai cara sudah ditempuhnya, mulai dari\nmenjual tembakau dengan minimal pembelian yang terjangkau, hingga bersedia\nmembantu pelanggan cafenya yang tertarik untuk belajar melinting."}},"27":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/tingwe-budaya-melinting-rokok-sendiri-yang-diminati-anak-muda-kiwari","meta":{"url":"https://inibaru.id/pasar-kreatif/tingwe-budaya-melinting-rokok-sendiri-yang-diminati-anak-muda-kiwari","type":"article","title":"Tingwe, 'Budaya' Melinting Rokok Sendiri yang Diminati Anak Muda Kiwari","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Belakangan, tren melinting rokok sendiri atau kerap disebut tingwe kembali ngetren di kalangan anak muda. Apa saja alasan mereka meminati 'budaya' yang sejatinya sudah lama dilakukan masyarakat kita ini? ","image":"https://inibaru.id/media/16943/large/normal/5dc0a465-a507-4ee6-925a-d9b308472915__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16943/large/normal/5dc0a465-a507-4ee6-925a-d9b308472915__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"28":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah, beralihnya anak muda dari mengonsumsi rokok pabrikan ke tingwe belakangan ini, yang berimbas pada menjamurnya kios tembakau, tentu menjadi kesenangan tersendiri bagi Radika. Alih-alih tersaingi, dia justru merasa sangat terbantu dengan munculnya banyak kios tembakau di Semarang."}},"29":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Senang sekali. Tiap orang\npasti punya ‘bahasa’ masing-masing dalam mengenalkan tembakau,” ujar Radika di kafenya, belum lama ini."}},"30":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menurut pemuda penyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi ini, tiap orang akan mengenalkan tembakau dengan caranya. Upaya-upaya inilah yang dia sebut sebagai \"bahasa\". Semakin beragam bahasa yang disampaiakn, tambahnya, semakin mudah pula masyarakat\nmengenal tembakau."}},"31":{"type":"header","data":{"text":"Karena Beragam Alasan","level":2}},"32":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/16954/large/normal/a0e7cd92-96f5-4fac-9c1f-00ebac6cfc3b__large.jpg"},"caption":"Demi kesehatanmu, jangan merokok terlalu banyak, ya. Millens! (Inibaru.id/ Bayu N)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"33":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menurut saya, ada dua paling umum yang dibicarakan orang saat memutuskan beralih ke tingwe. Yang pertama, tentu saja untuk melawan dominasi pabrik rokok dan memihak pada petani tembakau. Kedua, biasanya karena ngirit, karena harga rokok kemasan jauh lebih mahal ketimbang melinting sendiri."}},"34":{"type":"paragraph","data":{"text":"Namun, Radika rupanya menemukan lebih banyak cerita kenapa orang memilih tingwe ketimbang rokok \"konvensional\". Dia yang cukup ramah menyapa pengunjung dan dengan senang hati meladeni obrolan seputar tembakau di kedainya itu tentu nggak mengalami kesulitan untuk mendapatkan cerita lebih beragam."}},"35":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Ada beberapa pengunjung yang masih menganggap tembakau hanya bisa digunakan untuk merokok,\" terang pemuda ramah ini. \"Ya tentu saja salah!\""}},"36":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/logam-yang-berdenting-lirih-di-bugangan-kampung-panci-dan-wajan-di-semarang","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/logam-yang-berdenting-lirih-di-bugangan-kampung-panci-dan-wajan-di-semarang","type":"article","title":"Logam yang Berdenting Lirih di Bugangan, Kampung Panci dan Wajan di Semarang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Penggusuran kawasan Barito di bantaran Banjir Kanal Timur rupanya berdampak signifikan bagi penjualan panci dan wajan di Kampung Tematik Logam di Bugangan Semarang.","image":"https://inibaru.id/media/16984/large/normal/ba1752b9-bdd2-46f7-af4d-dd93ffc1838c__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/16984/large/normal/ba1752b9-bdd2-46f7-af4d-dd93ffc1838c__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"37":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nggak berhenti di situ, Radika mengaku tiap orang yang datang ke Mukti biasanya punya pandangan sendiri-sendiri di kepalanya. Misalnya, ada yang menghubungkan tembakau dengan perlawanan, pengobatan, kebudayaan, hingga pengiritan."}},"38":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Bahkan, ada juga yang mikirnya unik, misalnya tentang desas-desus konspirasi yang berputar di sekitar dunia pertembakauan,\" serunya, yang kemudian diikuti tawa lebar."}},"39":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kendati begitu, Radika mengaku tetap menghormati tiap alasan orang beralih ke tingwe. Dia juga nggak bisa menghakimi orang, karena mereka punya proses yang berbeda-beda sebelum akhirnya memuuskan untuk tertarik pada tembakau."}},"40":{"type":"ads"},"41":{"type":"paragraph","data":{"text":"\"Ya sudah, tiap orang punya alasan sendiri. Ini hanyalah awal perkenalan. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk lebih memperkenalkan produk khas Nusantara ini,\" tegasnya sembari matanya mengitari beberapa kursi di Mukti yang dipenuhi pengunjung."}},"42":{"type":"paragraph","data":{"text":"Gelombang baru pencinta tingwe ini memang sebaiknya menjadi momentum yang dimanfaatkan betul untuk mengenalkan tembakau lokal di kalangan anak muda. Jangan sampai tren ini hanya sebatas bara di sebatang rokok: membara saat diisap, tapi hanya jadi asap dan abu saat diembus. (Bayu N/E03)"}}},"version":"2.15.1"}