Legenda Tembalang, Berasal dari Mata Air yang Kering Berkat Raden Pandan Arang

Nggak banyak yang tahu legenda Tembalang. Namanya yang unik ternyata punya hubungan dengan legenda yang beredar di masyarakat. Legenda apa?

Legenda Tembalang, Berasal dari Mata Air yang Kering Berkat Raden Pandan Arang
Patung Kuda Undip, ikon terkenal di Tembalang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
{"time":1597203207665,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Jalan-jalan di Kota Semarang kurang lengkap\nrasanya jika nggak cari tahu asal muasal nama daerahnya. Ya, setiap sudut di\nKota Atlas ini menyimpan legenda serta cerita menarik. Salah satunya adalah\nTembalang."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kecamatan yang terletak di Semarang Selatan ini kini telah menjadi salah satu permukiman yang ramai\nyang penuh dengan fasilitas publik. Nggak heran, kini wilayah ini menjadi\nwilayah yang cukup padat penduduk. Tapi tahukah kamu asal usul daerah\nTembalang?"}},"9":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/adventurial/sisi-eksotis-mangunharjo-tempat-yang-pernah-ramai-di-twitter-karena-cerita-horor-sigar-bencah","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/adventurial/sisi-eksotis-mangunharjo-tempat-yang-pernah-ramai-di-twitter-karena-cerita-horor-sigar-bencah","type":"article","title":"Sisi Eksotis Mangunharjo, Tempat yang Pernah Ramai di Twitter karena Cerita Horor 'Sigar Bencah'","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Penasaran dengan cerita horor 'Sigar Bencah' di Twitter, saya mencoba tur daring via Google. Saya malah menemukan lokasi menarik menikmati sunset di daerah yang rupanya masuk Desa Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, tersebut.","image":"https://www.inibaru.id/media/8151/large/normal/6c0ccbbe-30bc-4acd-9ece-b5c6e16bb295__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/8151/large/normal/6c0ccbbe-30bc-4acd-9ece-b5c6e16bb295__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"10":{"type":"paragraph","data":{"text":"Menurut cerita tutur yang beredar di masyarakat, asal usul\nTembalang punya hubungannya dengan Raden Pandan Arang bersama santri-santrinya.\nSaat itu Raden pandan Arang mengadakan pertemuan dengan para santri dan abdi\ndalem."}},"11":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/8225/large/normal/2bce36ac-b925-45cc-8d24-17b3ed46a1ca__large.jpg"},"caption":"Bukit Diponegoro, bukti kesuburan Tembalang. (Albertna.com)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Untuk menempuh perjalanan ke Selatan, Raden Pandan Arang berangkat\nbersama para santri dan abdi dalem sejumlah 50 orang. Dia bersama para\npengikutnya kemudian berhenti di sebuah perkampungan di atas bukit yang\nsangat subur dengan sebagian besar penduduknya adalah petani."}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nggak hanya subur, daerah tersebut ternyata juga punya sembilan\nmata air yang menghasilkan air bersih yang melimpah. Warga setempat menyebutnya\ntuk sanga (Sembilan mata air)."}},"14":{"type":"link","data":{"link":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/perempuan-sakti-berambut-ikal-dan-cikal-bakal-gunung-brintik-semarang","meta":{"url":"https://www.inibaru.id/tradisinesia/perempuan-sakti-berambut-ikal-dan-cikal-bakal-gunung-brintik-semarang","type":"article","title":"Perempuan Sakti Berambut Ikal dan Cikal Bakal Gunung Brintik Semarang","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Kawasan Gunung Brintik atau yang populer dengan sebutan Kampung Pelangi disebut-sebut punya kaitan dengan perempuan sakti berambut keriting. Dia dikenal sebagai Nyai Brintik. Hingga kini makam Nyai Brintik ramai didatangi peziarah.","image":"https://www.inibaru.id/media/8116/large/normal/5e078444-874a-4540-a6f0-7c3d168a84ff__large.jpg","image:secure_url":"https://www.inibaru.id/media/8116/large/normal/5e078444-874a-4540-a6f0-7c3d168a84ff__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"15":{"type":"ads"},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Keberadaan mata air ini tentu menguntungkan bagi warga\nsetempat. Namun semakin lama, kesembilan mata air tersebut mengeluarkan air\nyang cukup banyak hingga menggenang di berbagai tempat."}},"17":{"type":"paragraph","data":{"text":"Saking besarnya, genangan tersebut bisa membentuk sebuah\ndanau. Warga mencoba menghentikan alirannya dengan menutupinya dengan batu\nbesar namun selalu saja tenggelam. Saat warga mulai putus asa, datanglah Raden\nPandan Arang mengambil wudu dan menunaikan salat."}},"18":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/8226/large/normal/7994dcf1-b433-4122-988c-8c093b20ad8c__large.jpg"},"caption":"Ilustrasi mata air. (Halo Semarang)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"19":{"type":"paragraph","data":{"text":"Selepas salat dan berdoa, Raden Pandan Arang berpesan pada\nwarga bahwa sepeninggalnya beberapa mata air nggak akan keluar lagi airnya dan\nhanya akan ada satu mata air yang berfungsi."}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"“Cuma\nsatu yang tersisa. Itu masih saudara-saudara perlukan untuk kehidupan\nsehari-hari. ,” ujar Raden pandan Arang versi cerita tutur."}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Setelahnya\nRaden Pandan Arang berpesan agar warga menjaga kebersihan mata air yang tersisa\ntersebut dan memberi nama kampung tersebut dengan nama Tembalang. Tembalang berasal dari kata \"tambal\" dan \"ilang\" (hilang)."}},"22":{"type":"paragraph","data":{"text":"Sepeninggal Raden Pandan Arang, beberapa mata air mulai mengecil dan kemudian berhenti\nmengeluarkan air. Cuma ada satu mata air yang masih mengeluarkan air, bahkan\nitu pun dalam jumlah yang sedikit."}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kini\nkesuburan Tembalang sudah berubah menjadi permukiman dan gedung yang begitu\nrapat. Kira-kira satu mata air ini terletak di Tembalang sebelah mana ya,\nMillens? (SM/IB27/E05)"}}},"version":"2.15.1"}