Sederet Mitos Larangan Pernikahan Jawa, Kamu Percaya?

Ada banyak sekali mitos larangan pernikahan Jawa yang dipercaya hingga sekarang. Mitos-mitos ini kabarnya bisa mempengaruhi keharmonisan pasangan hingga soal rezeki. Apa saja ya mitos-mitos tersebut?

Sederet Mitos Larangan Pernikahan Jawa, Kamu Percaya?
Ada banyak mitos larangan pernikahan adat Jawa yang masih dipercaya hingga sekarang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
{"time":1631848275330,"blocks":{"7":{"type":"paragraph","data":{"text":"Inibaru.id – Pernikahan dengan adat Jawa memang sangat menarik.\nAda banyak aturan yang harus dipatuhi. Bahkan, ada juga lo sederet mitos\nlarangan pernikahan Jawa yang nggak boleh diabaikan."}},"8":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kamu pasti\npernah mendengar soal weton, hari baik, hingga bibit, bebet, dan bobot kalau\nsudah masalah mencari jodoh atau pernikahan di adat Jawa. Konon sih ya, hal ini\nbisa mempengaruhi kelanggengan pernikahan hingga hal-hal lain seperti\nketurunan, rezeki, kesehatan, dan lain-lain."}},"9":{"type":"paragraph","data":{"text":"Nah, biar\nkamu nggak semakin penasaran, yuk simak apa saja ya mitos larangan pernikahan\nJawa!"}},"10":{"type":"header","data":{"text":"1.       Mitos Anak Pertama dan Anak Ketiga","level":2}},"11":{"type":"ads"},"12":{"type":"paragraph","data":{"text":"Banyak orang\ntua Jawa yang sangat memperhatikan pernikahan antara anak pertama dengan anak\nketiga. Jadi, maksudnya adalah, suami adalah anak pertama dari suatu keluarga\ndan istri adalah anak ketiga dari keluarga lainnya atau sebaliknya. Dalam\nbudaya Jawa, hal ini disebut sebagai ‘jilu’ alias ‘siji karo telu’ yang artinya\nadalah satu dan tiga."}},"13":{"type":"paragraph","data":{"text":"Konon,\npasangan ‘jilu’ ini kabarnya bakal menjalani pernikahan dengan penuh\nperjuangan. Bahkan, ada yang percaya kalau pasangan ini sering tertimpa\nkesialan dengan rumah tangga yang nggak akur, mengalami perceraian, dan\nlain-lain."}},"14":{"type":"image","data":{"file":{"url":"/media/17136/large/normal/d8cfc428-cf6b-46dd-9ddd-b910381ca325__large.jpg"},"caption":"Kalau pasangan tetap memaksakan diri menikah meski sudah melanggar larangan ini, bisa jadi bakal sering mengalami masalah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)","withBorder":false,"stretched":false,"withBackground":false}},"15":{"type":"header","data":{"text":"2.       Mitos ‘Siji Jejer Telu’","level":2}},"16":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kalau mitos\nyang ini adalah jika suami, istri, serta salah satu dari orang tua keduanya\nadalah anak pertama. Kalau pasangan ini tetap menikah, kabarnya rumah tangganya\njuga bakal dilalui dengan penuh perjuangan. Orang tua yang percaya dengan mitos\nini bisa saja melarang anaknya menikah jika kondisinya seperti ini."}},"17":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/foto-esai/jersey-hingga-fotografi-menjemba-keuntungan-dari-tren-sepak-bola-tarkam","meta":{"url":"https://inibaru.id/foto-esai/jersey-hingga-fotografi-menjemba-keuntungan-dari-tren-sepak-bola-tarkam","type":"article","title":"Jersey hingga Fotografi; Menjemba Keuntungan dari Tren Sepak Bola Tarkam","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Liga sepak bola resmi Indonesia yang dihentikan selama pandemi Covid-19 justru menaikkan pamor kompetisi tarkam. Siapa yang paling untung dari kompetisi lokal ini?  ","image":"https://inibaru.id/media/17069/large/normal/f9b87457-eb00-4d2b-8005-85ab0887f502__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/17069/large/normal/f9b87457-eb00-4d2b-8005-85ab0887f502__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"18":{"type":"link","data":{"link":"https://inibaru.id/tradisinesia/5-mitos-larangan-pernikahan-adat-jawa-pernah-dengar","meta":{"url":"https://inibaru.id/tradisinesia/5-mitos-larangan-pernikahan-adat-jawa-pernah-dengar","type":"article","title":"5 Mitos Larangan Pernikahan Adat Jawa, Pernah Dengar?","site_name":"INI BARU Indonesia","description":"Mungkin karena pernikahan adalah fase serius, orang Jawa nggak sembarangan melakukannya. Ada berbagai larangan yang nggak boleh dilanggar kalau mau langgeng dan bahagia. Hm, apa saja ya?","image":"https://inibaru.id/media/7925/large/normal/44232711-d56c-46ca-b791-57d1477b0bc9__large.jpg","image:secure_url":"https://inibaru.id/media/7925/large/normal/44232711-d56c-46ca-b791-57d1477b0bc9__large.jpg","image:width":"470","image:height":"312"}}},"19":{"type":"header","data":{"text":"3.       Perhitungan Weton atau Hari Lahir Pasangan\nSuami-Istri","level":2}},"20":{"type":"paragraph","data":{"text":"Weton\nadalah perhitungan yang didasari oleh hari lahir seseorang berdasarkan\npenanggalan Jawa. Contohlah, anak yang lahir pada Sabtu Pahing disebut-sebut\npunya angka paling tinggi. Sejumlah weton kabarnya nggak cocok untuk\ndipasangkan. Nah, kalau pasangan ternyata nggak cocok weton-nya, bisa jadi\ndilarang menikah lo oleh orang tuanya."}},"21":{"type":"paragraph","data":{"text":"Konon sih\nya, kalau tetap memaksakan untuk menikah, bisa jadi pasangan ini bakal sering\nmengalami kesialan atau rumah tangganya nggak harmonis, lo."}},"22":{"type":"header","data":{"text":"4.       Dilarang Menikah di Bulan Suro","level":2}},"23":{"type":"paragraph","data":{"text":"Kalau mitos\nyang ini sangat dipercaya masyarakat Jawa hingga sekarang. Di bulan Suro\npenanggalan Jawa atau bulan Muharram di penanggalan Islam, biasanya nggak boleh\ndiadakan pernikahan atau hajatan lainnya. Kalau nggak, pernikahannya dipercaya\nbakal berakhir dengan bencana."}},"24":{"type":"paragraph","data":{"text":"Mitos ini\ndiyakini berasal dari kepercayaan bahwa di bulan ini, penguasa Laut Selatan Nyi\nRoro Kidul juga sedang melakukan hajatan. Masyarakat nggak boleh ‘menandingi’\nhajatan ini kalau nggak ingin ikut-ikutan kena sial."}},"25":{"type":"ads"},"26":{"type":"paragraph","data":{"text":"Dari semua\nmitos larangan pernikahan Jawa itu, kamu masih percaya dengan yang mana, nih, Millens? (Hip/IB09/E05)"}}},"version":"2.15.1"}